SAMPIT – Kemarau yang mulai melanda wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mulai memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya terjadi di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis 5 Juni 2025.
Kebakaran dilaporkan terjadi di Jalur 4 Eka Bahurui, dengan vegetasi semak belukar di atas lahan gambut seluas 0,378 hektare yang terbakar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim langsung menurunkan 14 personel ke lokasi kejadian setelah menerima laporan sekitar pukul 13.14 WIB.
“Tim langsung meluncur ke lokasi dan melakukan upaya pendinginan hingga pukul 14.13 WIB. Saat tiba, api sudah dalam kondisi menyala pada vegetasi semak. Kami segera melakukan penyekatan dan pendinginan agar tidak meluas,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam.
Ia menjelaskan, sumber air yang tersedia di lokasi berasal dari parit, yang sangat membantu kelancaran proses pemadaman. Kondisi cuaca saat kejadian terpantau cerah.
Personel menggunakan dua unit tangki, satu unit kendaraan roda empat, empat roll selang, dua buah nozel.
Setelah proses pendinginan selesai, tim melakukan pengecekan seluruh perlengkapan dan kembali ke posko induk. Multazam juga mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah lahan gambut yang sangat rentan terbakar saat cuaca panas.
“Waspada karhutla harus ditingkatkan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena risikonya sangat besar,” tegasnya.
(Nardi)












