PALANGKA RAYA – Suara takbir berkumandang dari Masjid Baitul Amin di Jalan Mahir Mahar sejak fajar menyingsing, masyarakat sekitar pun mulai berbondong-bondong untuk menunaikan salat Iduladha 1446 Hijriah.
Bertindak sebagai khatib, Ustad Hasanudin menyampaikan khutbah bertema ketaatan, kesabaran, dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail, yang menjadi dasar spiritual perayaan Iduladha.
Dalam khutbahnya, Ustad Hasanudin menegaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim yang siap mengorbankan putranya merupakan simbol ketaatan mutlak kepada Allah SWT, yang patut diteladani umat Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak ada kesempurnaan yang lebih besar selain melalui pengamalan Al-Qur'an. Ketaatan Nabi Ibrahim dan keikhlasan Nabi Ismail adalah contoh nyata kepatuhan total kepada perintah Allah,” ucapnya.
Selain itu juga mengingatkan umat untuk senantiasa bersyukur, memperbanyak doa, dan menjadikan momen Iduladha sebagai refleksi spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Di tengah berbagai ujian kehidupan, pengorbanan pribadi menjadi wujud penghambaan sejati. Melalui momen Idul Adha ini mengajak kepada umat agar terus menjaga ukhuwah Islamiyah dan memperkuat iman, serta menjadikan Iduladha sebagai momen mempererat solidaritas sosial melalui semangat berkurban,” ungkapnya. (yud)












