PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) menegaskan kembali komitmennya dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan dan merata, terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi seperti zona timur.
Fokus ini mencuat dalam tanggapan pemerintah terhadap pemandangan umum sejumlah fraksi DPRD atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, dalam Rapat Paripurna ke-9 DPRD Kalteng, Selasa pagi, 10 Juni 2025.
Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, yang mewakili Gubernur, menegaskan bahwa penanggulangan kemiskinan dan kesenjangan pembangunan menjadi prioritas strategis dalam rencana jangka menengah daerah.
“Zona timur seperti Murung Raya, Barito Utara, Barito Selatan, dan Barito Timur masih memiliki tingkat kemiskinan lebih tinggi dibanding zona barat dan tengah. Oleh karena itu, dorongan pembangunan lebih tinggi akan difokuskan ke wilayah ini dalam RPJMD 2025–2029,” ujar Edy.
Dalam tahun anggaran 2024, lonjakan belanja bantuan sosial mencapai lebih dari tujuh kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemprov menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari intervensi langsung untuk menekan angka kemiskinan dan menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Bantuan sosial yang disalurkan mencakup Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi warga miskin/rentan miskin berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), serta Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR).
“Ini bentuk keberpihakan nyata pemerintah terhadap masyarakat paling terdampak. Perlindungan sosial bukan sekadar respons, tetapi investasi jangka panjang bagi ketahanan sosial,” tegasnya.
Sebagai bagian dari visi besar pembangunan berkelanjutan, Pemprov Kalteng mengangkat kembali pendekatan pembangunan berbasis desa dan masyarakat adat, termasuk masyarakat Dayak pedalaman.
“Visi Huma Betang bukan hanya slogan. Fokus pembangunan dari desa ke kota adalah komitmen untuk membangun dari pinggiran dan menghormati kearifan lokal,” jelas Edy Pratowo.
Pembangunan ke depan akan dijalankan dengan semangat Manggatang Utus atau gotong royong, untuk mendukung visi “Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat”, menuju Indonesia Emas 2045.
(Sya'ban)












