PALANGKA RAYA – Fraksi Partai Nasdem DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menaruh perhatian besar pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kalteng Tahun 2025–2029.
Dalam pandangan umumnya pada Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan III, Senin, 16 Juni 2025, Fraksi Nasdem menilai investasi SDM sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.
Juru Bicara Fraksi Nasdem, Raudah, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan, serta kesehatan masyarakat harus menjadi pilar utama dalam kebijakan pembangunan lima tahunan daerah.
“Kita tidak bisa bicara soal daya saing daerah tanpa membenahi kualitas SDM. Maka dari itu, RPJMD ini harus menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas nomor satu,” kata Raudah di hadapan sidang paripurna.
Fraksi Nasdem menekankan pentingnya pengembangan pendidikan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja (link and match).
Pendidikan kejuruan dan pelatihan keterampilan berbasis industri lokal dinilai sebagai solusi untuk menekan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami ingin melihat adanya roadmap penguatan sekolah vokasi, balai latihan kerja, hingga pelatihan digital dan teknis berbasis potensi lokal seperti kehutanan, pertanian, dan perikanan,” ujar Raudah.
Dalam dokumen RPJMD, Fraksi Nasdem juga meminta agar daerah-daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah menjadi target prioritas intervensi. Pemerataan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan dinilai penting agar tidak terjadi ketimpangan antardaerah.
“Banyak wilayah di Kalteng yang masih kesulitan akses pendidikan dan layanan kesehatan. RPJMD harus menjawab persoalan itu secara sistematis dan anggarannya jelas,” imbuhnya.
Raudah juga menyuarakan perlunya perbaikan kualitas tenaga pendidik, terutama di daerah pedalaman dan terpencil. Selain itu, infrastruktur sekolah yang layak dan modern juga harus dibangun secara merata agar tidak terjadi kesenjangan mutu pendidikan.
“Jangan hanya fokus pada pembangunan fisik gedung-gedung besar. Bangun dulu kualitas manusianya, terutama guru-guru di daerah,” tegasnya.
Fraksi Nasdem memandang bahwa penguatan SDM tidak bisa dilepaskan dari sektor kesehatan. Mereka meminta agar RPJMD menitikberatkan pada penguatan fasilitas kesehatan dasar, layanan ibu dan anak, serta percepatan penanganan stunting.
“Generasi masa depan harus sehat sejak lahir. Maka program pencegahan stunting dan layanan gizi harus jadi prioritas,” kata Raudah.
Menutup pandangan umumnya, Fraksi Nasdem menegaskan komitmen mereka untuk terus mendorong agar RPJMD Kalteng 2025-2029 benar-benar berpihak pada generasi muda dan kelompok produktif.
Mereka siap terlibat aktif dalam pembahasan lanjutan agar seluruh program pembangunan memiliki dampak nyata terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Membangun SDM itu investasi jangka panjang yang menentukan arah Kalteng ke depan. RPJMD ini harus menjadi dokumen yang hidup dan progresif, bukan hanya formalitas lima tahunan,” pungkas Raudah.
(Sya'ban)












