PALANGKA RAYA – Rencana pengerukan Sungai Hantipan, jalur perairan penghubung antara Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Katingan, belum menjadi prioritas dalam program optimalisasi jalur logistik perairan yang saat ini sedang digarap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng).
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, mengungkapkan bahwa untuk tahap awal, Pemprov masih akan memfokuskan pengerukan di muara Sungai Kapuas dan Kahayan.
Dua titik ini dinilai lebih mendesak karena menyangkut langsung fungsi Pelabuhan Batanjung dan Bahaur sebagai simpul utama distribusi antar-pulau.
“Belum ke sana ya. Kita fokus satu per satu dulu. Sekarang prioritas kita muara Kapuas dan Kahayan,” ujar Edy saat ditemui di Palangka Raya, Rabu, 18 Juni 2025, menanggapi pertanyaan terkait rencana pengerukan di Sungai Hantipan.
Sungai Hantipan sendiri merupakan jalur perairan penting yang melintasi Desa Hantipan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur dan menghubungkan ke Desa Kampung Melayu, Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan.
Masyarakat di wilayah ini telah lama mengandalkan sungai tersebut sebagai jalur transportasi utama, terutama untuk distribusi hasil pertanian dan perikanan.
Namun, kondisi sungai yang dangkal dan kurang terurus membuat alur pelayaran menjadi terbatas. Beberapa warga mengaku, di musim kemarau, kapal motor sulit melintas karena kedangkalan sungai yang mencapai titik kritis.
Merespons kondisi ini, Edy menyebut bahwa pemerintah tetap membuka peluang untuk menindaklanjuti kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut, namun tetap berdasarkan skala prioritas dan kesiapan anggaran.
“Yang pasti kami tidak menutup mata. Tapi pengerjaan infrastruktur seperti ini harus bertahap, apalagi ini menyangkut teknis pelayaran dan kajian lingkungan. Jadi kita mulai dari pelabuhan utama dulu,” ujarnya.
Edy menambahkan, pengerukan sungai seperti Hantipan nantinya akan menjadi bagian dari kebijakan pembangunan konektivitas maritim yang menyeluruh, termasuk pelibatan pemerintah kabupaten dan dukungan dari pelaku usaha lokal.
Sejauh ini, Pemprov Kalteng sedang menjajaki kerja sama dengan konsorsium pelayaran nasional yang telah memiliki pengalaman dalam proyek serupa di Kalimantan Timur.
Konsorsium tersebut diharapkan bisa turut serta membantu identifikasi jalur-jalur potensial di sungai-sungai kecil yang menghubungkan daerah hinterland ke jalur utama ekspor.
Rencana besar ini menjadi bagian dari visi Pemprov untuk menjadikan jalur sungai sebagai tulang punggung logistik daerah, terutama di wilayah yang belum terjangkau infrastruktur jalan darat secara optimal.
(Sya'ban)












