KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung dunia pendidikan. Hal ini terlihat dari sambutan hangat terhadap rencana pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Palangka Raya (UPR) tahun 2025, yang ditandai dengan pertemuan resmi bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPR di Ruang Rapat Bupati, Selasa, 17 Juni 2025.
Bupati Katingan, Saiful, menerima langsung tim dari UPR yang datang untuk melakukan koordinasi teknis terkait pelaksanaan KKN. Turut hadir dalam audiensi ini sejumlah pejabat penting dari OPD dan perwakilan Bidang Kesejahteraan Rakyat, yang siap bersinergi demi kelancaran program pengabdian tersebut.
Dalam pertemuan itu, Bupati Saiful menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya karena Katingan kembali dipercaya menjadi lokasi KKN. Ia menyebut kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat desa sebagai energi positif yang bisa memperkuat pembangunan sosial, pendidikan, dan kesehatan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Universitas Palangka Raya. Pemerintah Kabupaten Katingan menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini,” ujarnya.
Ia juga berharap kehadiran para mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berbasis masyarakat, terutama di tingkat desa. Menurutnya, KKN merupakan bentuk sinergi antara dunia akademik dan pemerintahan daerah yang saling menguatkan.
Saiful juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan KKN, baik melalui koordinasi lintas sektor maupun dukungan teknis di lapangan.
“Pemerintah berupaya memastikan kegiatan mahasiswa dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan LPPM UPR menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli, dengan melibatkan sebanyak 345 mahasiswa. Para peserta akan disebar ke 23 desa dan kelurahan di wilayah Kabupaten Katingan untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat.
P“emerintah daerah berharap KKN tidak hanya menjadi kegiatan rutin akademik, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa serta wadah penguatan kapasitas sosial di desa–desa,” pungkasnya.
(Bitro)












