PALANGKA RAYA – Program Beasiswa Tabungan Berkah (Tabe) yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tahun 2024, kini terancam tidak dilanjutkan.
Kebijakan tersebut tengah dievaluasi karena dinilai tidak tepat sasaran dan belum memberikan dampak maksimal sebagaimana yang diharapkan.
Pemprov di bawah kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran kini mengarahkan fokus pada program kuliah gratis, yang dianggap lebih menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menyampaikan bahwa evaluasi terhadap program Tabe dilakukan berdasarkan sejumlah catatan lapangan dan masukan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan mahasiswa.
“Misalnya kalau tidak tepat sasaran, tentu akan kita evaluasi. Kalau itu tepat, akan kita lanjutkan. Tapi program ini baru dicoba tahun 2024, jadi sekarang sedang dibenahi,” kata Edy kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna ke-12 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025, Rabu pagi, 18 Juni 2025.
Ia menambahkan bahwa ke depan, pendataan penerima program pendidikan akan dilakukan lebih akurat dan menyeluruh, menggunakan pendekatan by name, by address, bahkan by phone, untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, juga mengakui bahwa pelaksanaan Beasiswa Tabe memerlukan evaluasi menyeluruh.
Menurutnya, banyak mahasiswa memberikan masukan soal efektivitas dan manfaat beasiswa tersebut.
“Beasiswa Tabe tentu banyak sekali evaluasinya. Mahasiswa juga banyak memberikan masukan. Ini menjadi pembelajaran agar hal-hal yang kurang optimal bisa diperbaiki,” jelas Reza.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa program kuliah gratis yang kini digagas Gubernur Agustiar dinilai lebih tepat sasaran dan strategis, karena menyasar langsung masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Dan yang pasti, program kuliah gratis ini mendukung visi Pak Gubernur untuk menciptakan satu sarjana di setiap rumah tangga. Itu minimal yang harus kita laksanakan,” ujarnya.
Untuk memastikan program kuliah gratis tidak mengalami permasalahan serupa, Pemprov akan melakukan kajian mendalam sebelum pelaksanaan penuh di tahun berjalan.
“Evaluasi ini akan memastikan bahwa program yang kita jalankan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Kalteng,” tambah Reza.
(Sya'ban)












