Gubernur Kalteng Tegas: PSU Harus Aman, Bersih dari Uang!

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, diwawancarai awak media di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu siang, 25 Juni 2025.

– Gubernur (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan harapannya agar pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Kepala Daerah () di Kabupaten berjalan dengan aman, nyaman, dan tertib.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas demokrasi tanpa praktik uang maupun kampanye hitam.

“Kami ingin PSU berjalan aman dan lancar, sesuai harapan masyarakat ,” ujar Agustiar saat ditemui di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu siang, 25 Juni 2025.

Gubernur juga meminta seluruh pasangan calon yang bertarung dalam PSU mendatang untuk siap menerima hasil dengan lapang dada.

“Jangan ada money politic, black campaign jangan. Dan nanti untuk para pasangan calon, harus siap kalah. Kalau semua ingin menang, tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran PSU, Pemerintah Provinsi (Pemprov) mengalokasikan dana cadangan sebesar Rp1,5 miliar melalui APBD 2025.

Dana tersebut dipersiapkan untuk mendukung logistik dan teknis lapangan yang tidak dapat sepenuhnya ditanggung oleh .

“Oh iya, sudah. Kita (Pemprov) sudah siapkan kurang lebih hampir Rp1,5 miliar. Ini sifatnya sebagai back up terhadap dana dari ,” kata Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, saat diwawancarai pada Rabu, 18 Juni 2025, di .

Leonard juga menekankan pentingnya menjaga netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelaksanaan PSU, terlebih karena salah satu calon dalam kontestasi merupakan birokrat aktif.

“Kita harus ingatkan terus kepada ASN agar tidak ikut-ikutan dalam praktis. Apalagi sampai terlibat dalam kampanye atau menjadi bagian dari tim sukses,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sikap netral ASN adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. “Dukungan itu tempatnya di bilik suara. Tapi sebagai ASN, netralitas itu wajib dijaga,” tambahnya.

baca juga ...  Gubernur Kalteng Sidak Truk Tonase Besar di Sampit

PSU di digelar sebagai tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelumnya, 2024 di wilayah tersebut digugat dan memicu PSU terbatas di dua Tempat Pemungutan Suara (TPS). Namun hasil PSU kembali disengketakan.

Dalam putusan terbaru, MK memerintahkan agar PSU dilakukan di seluruh TPS se-Kabupaten . MK menyatakan bahwa kedua pasangan calon sebelumnya, yakni Gogo-Helo dan Agi-Saja, terbukti melakukan praktik uang dan secara resmi didiskualifikasi dari pencalonan.

Sebagai pengganti, partai-partai pengusung telah mengajukan dua pasangan calon baru, yaitu Shalahuddin-Felix (nomor urut 1) dan Jimmy-Indri (nomor urut 2), yang akan bertarung dalam PSU total yang dijadwalkan pada Agustus 2025.

Leonard menambahkan bahwa telah membangun koordinasi erat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan aparat keamanan untuk memastikan pelaksanaan PSU berlangsung lancar.

“Tentunya kita ingin PSU ini berjalan sukses, aman, nyaman, dan tidak ada gangguan. Kolaborasi dengan Forkopimda dan penyelenggara pemilu terus kita jaga,” tutupnya.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!