KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas siap membuka pintu selebar-lebarnya bagi ratusan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) yang akan menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2025. Tak hanya sekadar menerima, Pemkab bahkan berkomitmen untuk memfasilitasi secara penuh pelaksanaan kegiatan tersebut demi kemajuan bersama.
Rencana itu mengemuka dalam audiensi persiapan KKN Reguler dan KKN Tematik Literasi Universitas Palangka Raya yang digelar di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Rabu 25 Juni 2025. Kegiatan dipandu Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Budi Kurniawan, serta dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kapuas, Dodo, mewakili Bupati.
“Kami menyambut hangat dan siap mendukung kegiatan KKN ini. Mahasiswa akan kami bantu semaksimal mungkin, mulai dari posko hingga penempatan di desa,” ujar Dodo dalam arahannya kepada pihak kampus dan perwakilan panitia KKN.
Ia menyebut, kehadiran mahasiswa UPR di tengah masyarakat bukan hanya sebagai formalitas akademik, tetapi diharapkan membawa pengaruh positif yang nyata. “Masyarakat kita butuh sentuhan gagasan segar, ide-ide kreatif, dan energi baru. Mahasiswa bisa menjadi penggerak perubahan itu,” ucapnya.
Pelaksanaan KKN Universitas Palangka Raya tahun 2025 akan menyasar 24 desa di 10 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Kapuas. Beberapa kecamatan yang menjadi lokasi antara lain Selat, Basarang, Kapuas Hilir, Kapuas Barat, Kapuas Timur, Kapuas Tengah, Kuala Kapuas, Pulau Petak, Bataguh, dan Mantangai.
Sebanyak 360 mahasiswa dijadwalkan akan diterjunkan untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat tersebut. Tema besar kegiatan tahun ini tidak hanya berfokus pada pembangunan desa, namun juga literasi, pendidikan, serta penguatan kapasitas masyarakat lokal.
Pemkab Kapuas menilai, sinergi antara dunia kampus dan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat pembangunan berbasis potensi lokal. Terlebih, program KKN menjadi jembatan yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat.
“Kami ingin adik-adik mahasiswa pulang membawa kenangan manis dan pengalaman berharga. Biarkan Kapuas menjadi laboratorium kehidupan mereka,” tutup Dodo dengan penuh harap. (ds)












