Laporan Orangtua Selamatkan Anak dari Ancaman Diri dan Lingkungan, Satpol PP Kalteng Lakukan Intervensi Humanis

IST/BERITASAMPIT - Dua remaja yang diamankan Satpol PP Provinsi saat berada di RSJ Kalawa Atei, , Selasa, 1 Juni 2025.

– Kepedulian orangtua menjadi kunci utama dalam penyelamatan dua remaja di Kota yang diduga mengalami gangguan perilaku akibat penyalahgunaan lem (Napza).

Kedua remaja tersebut kerap bertindak agresif dan membawa senjata tajam, hingga mengancam keselamatan warga sekitar dan keluarganya sendiri.

itu terjadi di kawasan Jalan Tenggiri, Selasa, 1 Juni 2025. Sang ibu yang merasa kewalahan karena kedua anaknya sering mengamuk dan bahkan menyerangnya, memutuskan untuk meminta bantuan aparat.

Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Tim Patroli Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Provinsi (Kalteng).

Setibanya di lokasi, petugas langsung menenangkan situasi dengan pendekatan persuasif. Senjata tajam yang dibawa kedua remaja berhasil diamankan, dan keduanya diborgol untuk mencegah tindakan berbahaya lebih lanjut.

Setelah situasi terkendali, kedua remaja dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei untuk mendapatkan penanganan profesional.

Menurut Kepala Satpol PP Provinsi Kalteng, Baru I. Sangkai, ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara keluarga dan aparat dalam menghadapi kasus penyimpangan perilaku remaja yang berkaitan dengan zat adiktif.

“Apa yang dilakukan oleh orangtua ini adalah bentuk keberanian dan kepedulian. Mereka tidak diam ketika anak-anaknya terancam dan membahayakan orang lain. Satpol PP hadir untuk mendukung keluarga dalam situasi krisis seperti ini,” ungkapnya.

Baru menyatakan, penanganan kasus sosial yang melibatkan gangguan perilaku akibat zat adiktif harus dilakukan secara cepat dan humanis.

Ia menegaskan bahwa pendekatan kekeluargaan menjadi prinsip utama dalam setiap intervensi yang dilakukan oleh tim Satpol PP.

Kepala Bidang Tibumtranmas Satpol PP Kalteng, Eric Dovico L. Lampe, menambahkan bahwa intervensi dini sangat penting agar dampak penyalahgunaan Napza tidak berkembang menjadi kekerasan yang lebih luas atau kehilangan fungsi sosial yang lebih berat.

baca juga ...  Kadiskop UMK Kalteng Soroti Peran Besar Perempuan dalam Mendorong Sektor Usaha Kecil Menengah

“Kami tidak sekadar menertibkan, tapi juga menjadi penghubung antara keluarga dan fasilitas pelayanan seperti rumah sakit jiwa. Tujuannya adalah pemulihan, bukan penghukuman,” jelas Eric.

Eric juga menyoroti fakta bahwa penyalahgunaan lem di kalangan remaja menjadi tantangan tersendiri, karena bahan ini mudah didapat dan sering dianggap sepele. Padahal efeknya bisa sangat merusak secara mental dan sosial.

Satpol PP Kalteng melalui patroli dan pengawasan sosial terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

Masyarakat diminta tidak ragu melapor apabila mengalami atau menyaksikan potensi gangguan ketertiban akibat penyalahgunaan zat berbahaya, terutama di lingkungan keluarga.

“Kami tidak mengedepankan kekerasan. Tapi kami akan selalu siap menjadi garda depan saat warga membutuhkan bantuan dalam situasi genting,” tutup Eric.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!