PALANGKA RAYA – Kunjungan kerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Susanto Yandri, ke Provinsi Kalimantan Tengah, Jumat siang, 4 Juli 2025, diawali dengan penyambutan istimewa.
Setibanya di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Menteri dan rombongan disambut dengan prosesi adat Dayak yang sarat nilai budaya dan penghormatan.
Dalam prosesi tersebut, dilakukan pengalungan lilis lamiang serta pemasangan lawung dan sumping, simbol tradisi Dayak yang menunjukkan penghargaan tertinggi kepada tamu agung.
Penyambutan adat dilakukan langsung oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, didampingi Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Plt. Sekda Leonard S. Ampung, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.
Turut hadir mendampingi Menteri, sejumlah pejabat nasional, di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Fauzan, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, serta Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.
Gubernur Agustiar Sabran menyebut bahwa penyambutan dengan adat Dayak bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk nyata penghormatan dan jati diri daerah yang menjunjung tinggi nilai kebudayaan.
“Prosesi ini merupakan simbol kehormatan tertinggi bagi tamu negara yang datang dengan niat baik. Ini juga menjadi bukti bahwa Kalimantan Tengah terbuka dan siap bekerja sama membangun desa secara berkeadilan,” kata Agustiar.
Lilis lamiang, yang dikalungkan di leher tamu, melambangkan sambutan hangat, keikhlasan, dan harapan akan hubungan yang harmonis. Sementara lawung, ikat kepala khas laki-laki Dayak, adalah simbol kepemimpinan, kebijaksanaan, dan kekuatan.
Kedatangan Menteri dan rombongan ke Bumi Tambun Bungai dirangkaikan dengan agenda Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas) KNPI 2025, yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, hingga 6 Juli 2025.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Desa Susanto Yandri dan Wamen Diktisaintek Fauzan, menjadi narasumber dalam sesi dialog bertema “Transformasi Pemuda Menghadapi Tantangan Teknologi Global dalam Hilirisasi Pangan Demi Kemajuan Desa.”
Selain menghadiri Rapimpurnas, Menteri juga dijadwalkan meninjau sejumlah wilayah strategis di Kalimantan Tengah yang memerlukan percepatan pembangunan desa dan penguatan kapasitas kelembagaan.
Kunjungan ini diharapkan menghasilkan kebijakan dan rekomendasi konkret untuk pengembangan kawasan perdesaan berbasis lokalitas dan budaya.
(Sya'ban)












