PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan Huma Betang Night sebagai ajang pelestarian kearifan lokal sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Hal ini ia sampaikan saat menghadiri Huma Betang Night pekan keempat di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu malam, 5 Juli 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat identitas budaya di Bumi Tambun Bungai, sekaligus mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Tujuannya adalah untuk melestarikan kearifan lokal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menggerakkan perekonomian, mendukung UMKM, serta membahagiakan masyarakat Kota Palangka Raya khususnya, dan Kalimantan Tengah pada umumnya,” tutur Agustiar.
Gubernur menyebut kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap minggu sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka, serta sebagai ruang hiburan rakyat yang menghadirkan berbagai kesenian dan budaya lokal.
Huma Betang Night pekan keempat dimeriahkan oleh berbagai hiburan, mulai dari penampilan seni tari, fashion show, band lokal, hingga penampilan spesial Wali Band yang didatangkan langsung dari Jakarta.
Ribuan warga Palangka Raya memadati area Bundaran Besar untuk menyaksikan rangkaian acara yang berlangsung meriah hingga malam hari.
Di tengah sukacita warga, Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf atas penutupan sementara arus lalu lintas di sekitar Bundaran Besar selama acara berlangsung.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan, baik selama kegiatan maupun setelahnya.
“Huma Betang Night ini bukan hanya hiburan, tapi juga momentum kebersamaan kita sebagai masyarakat Kalteng. Mari kita jaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan demi kelancaran acara ini,” pesannya.
(Sya'ban)












