SAMPIT – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM PP) Kotawaringin Timur (Kotim), Johny Tangkere, menanggapi santai insiden pecahnya meja kaca yang sempat viral dan melibatkan anggota DPRD Kotim H.Hairis Salamad.
Menurut Johny, peristiwa itu hanyalah bentuk salah paham yang tidak perlu dibesar-besarkan. Ia mengajak semua pihak untuk melihat insiden tersebut secara proporsional dan tidak memperkeruh suasana.
“Hanya salah paham aja. Gak apa-apa saja, gak usah dipermasalahkanlah, terima kasih,” ujar Johny saat dikonfirmasi pada Rabu 9 Juli 2025.
Sebelumnya, kejadian ini mencuat ke publik setelah viral adanya unggahan di Facebook dengan foto sebuah meja kaca di ruang Bidang UMKM Diskop UKM PP Kotim pecah dengan narasi mengatakan pecahnya meja itu usai pertemuan antara anggota dewan dan pihak dinas.
Kepala Bidang UMKM Taufik Nurdin yang turut berada di ruangan saat kejadian membenarkan bahwa memang terjadi insiden pecahnya meja kaca.
“Kejadiannya kemarin Selasa 8 Juli 2025,” kata Nurdin.
Dirinya juga mengatakan bahwa kejadian bermula ketika anggota dewan yang berasal dari Fraksi PAN tersebut datang untuk menanyakan Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) untuk segera direalisasikan.
Sementara itu Hairis Salamad, Anggota DPRD Kotim dari Fraksi PAN dapil V, membenarkan ia hadir ke dinas koperasi untuk menanyakan terkait Pokir.
Ia menegaskan bahwa insiden pecahnya meja bukan karena ia emosi atau marah, melainkan ketidaksengajaan.
“Saya tegaskan tidak ada unsur kesengajaan. Saya datang hanya ingin memastikan aspirasi masyarakat Parenggean, berupa alat masak untuk kelompok masyarakat, bisa tersalurkan. Saat berbicara, tangan saya menekan ujung meja kaca, dan karena saya memakai cincin, kacanya pecah,” jelas Hairis.
Hairis juga menyayangkan informasi yang menyebut dirinya mengamuk marah. Ia menilai itu tidak sesuai dengan fakta.
Ia mengaku datang ke dinas bersama kelompok masyarakat penerima, ingin mendapatkan kejelasan terkait hibah barang dari dana Pokir miliknya.
(Nardi)












