KUALA KURUN – Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas secara resmi memulai pelaksanaan Operasi Patuh Telabang 2025 dengan menggelar apel pasukan di halaman Markas Komando (Mako) Polres Gunung Mas, Senin 14 Juli 2025. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025.
Kapolres Gunung Mas, AKBP Heru Eko Wibowo, bertindak sebagai inspektur upacara dalam apel tersebut. Hadir pula Wakapolres Kompol Indras Purwoko para pejabat utama Polres, serta perwakilan dari instansi terkait seperti TNI, Dinas Perhubungan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gunung Mas.
Dalam amanatnya, Kapolres membacakan sambutan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, yang menekankan bahwa Operasi Patuh Telabang merupakan upaya strategis dalam menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Kalteng.
“Operasi Patuh Telabang 2025 bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan fatalitas korban laka lantas. Selain itu, operasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas,” ujar Kapolres.
Ia menambahkan, pendekatan yang dilakukan dalam operasi ini mengedepankan edukasi, tindakan persuasif dan humanis, serta didukung dengan penegakan hukum melalui tilang manual dan sistem tilang elektronik (ETLE).
Berdasarkan data Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Ditlantas Polda Kalteng, tercatat sebanyak 539 kasus kecelakaan lalu lintas selama Januari hingga Juni 2025. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,37 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang mencatat 537 kasus. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia mengalami penurunan dari 165 menjadi 123 orang.
Operasi ini akan melibatkan 410 personel di seluruh wilayah Kalimantan Tengah, terdiri dari 98 personel Polda Kalteng dan 312 personel Polres jajaran. Sasaran operasi mencakup berbagai potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang dapat menyebabkan kemacetan, pelanggaran, maupun kecelakaan lalu lintas.
Menutup amanatnya, Kapolres menekankan kepada seluruh personel yang terlibat agar melaksanakan operasi secara profesional dan bertanggung jawab.
“Saya tekankan kepada seluruh jajaran, laksanakan operasi ini dengan baik dan humanis. Lakukan deteksi dini di lokasi rawan, kedepankan edukasi melalui berbagai media, dan laksanakan penegakan hukum secara profesional tanpa menimbulkan komplain,” bebernya.
“Jaga nama baik institusi Polri dan jangan melakukan tindakan kontraproduktif. Mari kita berdoa agar operasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (ale)












