KUALA KAPUAS – Tradisi panjang Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) kembali berlangsung khidmat di Aula Makodim 1011/KLK, Jalan Tambun Bungai. Sebanyak 83 calon warga baru resmi disahkan setelah melalui proses pembinaan dan pelatihan intensif selama dua tahun. Pengesahan ini menjadi bagian dari agenda tahunan PSHT yang rutin digelar setiap bulan Muharram.
Acara pengesahan turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Kapuas Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik (Sahli Bid. PHP), Raison. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada PSHT atas peran aktifnya dalam membina generasi muda. Raison menilai PSHT tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti integritas, tanggung jawab sosial, dan semangat kebangsaan.
“Pemerintah Kabupaten Kapuas sangat mendukung kegiatan positif semacam ini. PSHT telah memberi kontribusi besar dalam membentuk pribadi-pribadi yang kuat secara fisik dan mental, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan,” tutur Raison dalam keterangannya, Senin 14 Juli 2025.
Raison juga berpesan kepada seluruh warga baru agar senantiasa menjaga marwah organisasi. Ia menekankan pentingnya menjadikan ajaran PSHT sebagai pedoman hidup, khususnya dalam membangun kehidupan sosial yang rukun dan harmonis.
“Kalian adalah wajah baru PSHT di tengah masyarakat. Jadilah contoh yang menginspirasi,” tambahnya.
Ketua Cabang PSHT Kabupaten Kapuas, Agus Ali Mahfudin, menyampaikan bahwa 83 calon warga baru yang disahkan terdiri dari 56 laki-laki dan 27 perempuan. Mereka berasal dari berbagai ranting di Kabupaten Kapuas, mulai dari wilayah pesisir seperti Kecamatan Kapuas Kuala hingga wilayah hulu seperti Kecamatan Timpah.
Agus menjelaskan bahwa proses pengesahan ini bukanlah seremonial semata, melainkan hasil dari pembinaan jangka panjang yang disiplin dan terarah. Para calon warga telah menjalani latihan fisik, mental, dan pembekalan nilai-nilai PSHT secara konsisten selama dua tahun.
“Inilah buah dari dedikasi dan ketekunan mereka,” ujarnya.
Lebih jauh, Agus berharap para warga baru dapat membawa semangat PSHT ke lingkungan masing-masing, menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi persaudaraan dan menjauhkan diri dari kekerasan. Menurutnya, pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bertarung, tapi tentang menjaga kehormatan dan keseimbangan hidup.
Pengesahan warga baru PSHT tahun ini menegaskan peran organisasi pencak silat sebagai wadah pembentukan karakter dan pelestarian budaya nasional. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, kegiatan ini tidak hanya membangun prestasi, tetapi juga memperkuat fondasi sosial masyarakat Kapuas secara menyeluruh. (ds)












