PALANGKA RAYA – Anggota DPR RI, Muhammad Syauqie, menyampaikan keprihatinannya atas peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kalimantan Tengah. Menurut anggota parlemen dari Daerah Pemilihan (dapil) Kalimantan Tengah (Kateng) ini, persoalan narkoba telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat dan memerlukan penanganan yang lebih serius serta terstruktur.
“Peredaran narkoba di Kalimantan Tengah saat ini merupakan ancaman nyata bagi ketahanan keluarga dan masa depan generasi muda. Ini adalah persoalan serius yang tidak boleh dipandang sebelah mata,” tutur Syauqie, Kamis 17 Juli 2025.
Pentingnya penguatan kerja sama antarinstansi, khususnya antara BNN, aparat penegak hukum, serta pemerintah daerah. Kolaborasi yang erat dinilai sangat penting dalam membentuk strategi penanganan yang bersifat preventif, edukatif, dan berkelanjutan.
“Pendekatan yang komprehensif sangat diperlukan. Edukasi, rehabilitasi, dan pembinaan masyarakat harus menjadi bagian integral dari upaya kita dalam memerangi narkoba,” tambahnya.
Selain itu juga mendorong pelibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, hingga lembaga pendidikan, dalam memperkuat peran komunitas sebagai benteng awal pencegahan.
“Peran keluarga dan lingkungan sosial sangat penting dalam membentengi anak-anak kita dari pengaruh buruk narkotika. Kita perlu menanamkan kembali nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Sebagai wakil rakyat, berkomitmen untuk terus mendorong penguatan regulasi, alokasi anggaran, serta kapasitas lembaga-lembaga yang bergerak dalam penanggulangan narkoba, khususnya di daerah-daerah yang tergolong rawan.
“Saya akan terus mengawal agar penanganan narkoba, termasuk di Kalimantan Tengah, menjadi perhatian dan prioritas nasional. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan bangsa yang sehat, tangguh, dan produktif,” ungkapnya. (yud)












