PALANGKA RAYA – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kalimantan Tengah (Kalteng) tak hanya bergerak di sektor usaha kecil, tetapi juga berpotensi mengelola potensi daerah, seperti perkebunan dan pertambangan rakyat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kalteng, Rahmawati, usai menghadiri peluncuran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya.
“Kalau di Kalteng ini, sebenarnya koperasi ini nantinya akan juga diarahkan ke potensi-potensi daerah yang ada, terutama perkebunan dan pertambangan,” jelas Rahmawati, Senin, 21 Juli 2025.
“Dan ini nanti diusulkan oleh Bapak Gubernur supaya ada dukungan dari pusat untuk perizinan terkait pertambangan rakyat ini, supaya bisa masuk ke Koperasi Desa Merah Putih,” tambahnya.
Saat ditanya mengenai jumlah koperasi desa (Kopdes) yang telah mengajukan proposal pengelolaan tambang, Rahmawati menyebut pendataan masih belum dilakukan karena program baru saja diluncurkan.
“Saat ini belum bisa kita data karena baru launching. Nanti setelah launching ini baru kita tahu,” katanya.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih resmi diluncurkan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto pada 21 Juli 2025. Di Kalteng, sebanyak 1.542 koperasi telah mulai beroperasi dan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, termasuk dalam pengelolaan potensi sumber daya lokal.
(Syauqi)












