Ketua Komis A DPRD Kobar Soroti Keterlambatan Pendistribusian Obat ke Seluruh Puskesmas

Ilustrasi : Kang Maman.

PANGKALAN BUN – Ketua Komisi A DPRD Kobar Muhammad Isro Wahyudin, menyoroti keterlambatan pendistribusian obat-obatan yang dikeluhkan seluruh Puskesmas di Kabupaten Barat (Kobar)

Menurutnya, keluhan terkait keterlambatan pengiriman obat telah berlangsung sejak Januari 2025 dan masih terjadi hingga pertengahan tahun. Kondisi ini dianggap sangat mengganggu pelayanan dasar di sektor .

“Bulan Januari lalu saya dapat laporan keterlambatan pendistribusian obat di Puskesmas Runtu, kemudian ini ada laporan lagi dari Puskesmas Despot atau Riam Durian, Kecamatan Lama. Kok bisa 6 bulan persoalan ini nggak selesai,” ucapnya, Senin 21 Juli 2025.

Muhammad Isro Wahyudin, yang juga masih bersaudara dengan Bupati Rizky Ditya Putra, yang akrab disapa Wahyu mengatakan, pihaknya mengaku telah menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengonfirmasi langsung kepada Dinas Kabupaten Kobar. Dari penjelasan yang diterima, diketahui bahwa keterlambatan disebabkan oleh pihak distributor yang tidak tepat waktu dalam pengiriman.

“Harapan saya bukan saling lempar seperti ini, seharusnya sejak Januari hingga saat ini Juli 2025 persoalan ini dapat diselesaikan. Mengingat anggaran telah digelontorkan cukup besar untuk pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Politisi Partai Gerindra ini menekankan bahwa merupakan pelayanan dasar yang seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Sebab, keterlambatan distribusi obat sangat berdampak langsung kepada masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang minim fasilitas farmasi.

“Bagaimana kondisi masyarakat yang hendak berobat, sementara di Puskesmas obatnya kosong. Iya kalau di itu ada apotek, kalau tidak. Mau mencari obat ke mana,” tambahnya dengan nada prihatin.

Komisi A DPRD Kobar berharap Dinas segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi obat agar persoalan ini tidak terus berulang dan masyarakat mendapatkan pelayanan yang layak dan maksimal.

baca juga ...  Bupati Kobar Buka Narunting Climbing Cup II

“Kalau ini terus berlarut, akan jadi preseden buruk. Harus ada solusi konkret dan ketegasan terhadap pihak ketiga atau distributor yang tidak profesional,” tandasnya.

Pihak DPRD akan terus melakukan pengawasan agar layanan , khususnya ketersediaan obat-obatan di Puskesmas, dapat berjalan sebagaimana mestinya dan tidak mengorbankan hak masyarakat atas layanan yang memadai.

“Karena yang namanya obat merupakan modal utama bagi setiap Puskesmas, dan saya menghimbau kepada pihak Puskesma untuk pelayanan pemberian obat kepada Masyarakat jangan pilih kasih, semua harus dilayani dengan baik,“ tegas Wahyu. (man)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!