KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Lomba Inovasi Daerah bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu 23 Juli 2025.
Kegiatan ini bertujuan mendorong semangat inovasi di lingkungan pemerintah daerah sekaligus sebagai persiapan pengisian aplikasi Innovative Government Award (IGA) dari Kementerian Dalam Negeri.
Kepala Bapperida Gunung Mas, Yantrio Aulia, menjelaskan bahwa lomba ini merupakan wadah menyamakan persepsi tentang pentingnya inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana penilaian terhadap praktik inovatif yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memacu kreativitas perangkat daerah agar melahirkan ide-ide baru yang mendorong penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan masyarakat yang lebih produktif, efisien, dan efektif,” ujar Yantrio.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan melahirkan para inovator di lingkungan pemerintah yang memiliki semangat pembaruan demi peningkatan pelayanan publik. Selain itu, hasil lomba ini akan digunakan untuk mendukung perbaikan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Gunung Mas.
Pada kesempatam ini juga, ia menyebutkan bahwa, perjalanan Indeks Inovasi Daerah Gunung Mas pada Tahun 2020 dengan peringkat 201 dari 415 kabupaten (Kurang Inovatif). Kemudian Tahun 2021 berada di peringkat 345 dari 415 kabupaten (Tidak Inovatif).
Sedangkan untuk tahun 2022, Kabupaten Gunung Mas berada di peringkat 159 dari 415 kabupaten (Inovatif), Tahun 2023 kembali Merosot ke peringkat 325 dari 415 kabupaten (Tidak Inovatif), dan untuk Tahun 2024, Naik ke peringkat 158 dari 415 kabupaten (Inovatif).
Dia mengungkapkan bahwa untuk tahun 2025, Kabupaten Gunung Mas telah menyiapkan 15 inovasi yang siap dikirimkan ke ajang IGA dan 16 inovasi lainnya masih berada pada tahap ide. Dari seluruh usulan tersebut, sebanyak 8 inovasi mengikuti lomba yang digelar hari ini.
“Semoga dengan adanya kegiatan ini, Kabupaten Gunung Mas semakin mampu mempertahankan dan meningkatkan predikat inovatif di tingkat nasional,” pungkasnya. (ale)












