PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Disdik Kalteng) terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas. Salah satunya melalui pengembangan Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang dilengkapi fasilitas pendukung, seperti terapi autis dan kolam renang khusus.
Kepala Bidang Sekolah Khusus dan Layanan Khusus (SKH) Disdik Kalteng, Roslita, menjelaskan bahwa ULD merupakan unit layanan yang menyediakan berbagai bentuk dukungan dan aksesibilitas bagi individu dengan disabilitas. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa mereka memiliki akses yang setara terhadap layanan dan kesempatan sebagaimana masyarakat umum.
“Layanan ULD mencakup beberapa aspek, yang pertama adalah aksesibilitas, yakni memastikan fasilitas dan layanan dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Kedua, dukungan, yaitu memberikan bantuan bagi mereka dalam mengatasi tantangan kehidupan sehari-hari,” jelas Roslita, baru-baru ini.
Ia menambahkan, ULD juga bertugas mengembangkan program dan layanan sesuai kebutuhan masing-masing individu disabilitas. Selain itu, ULD berperan penting dalam menjamin hak-hak penyandang disabilitas agar dihormati dan dilindungi secara menyeluruh.
“ULD juga dapat kita temui di universitas, pemerintahan, hingga organisasi yang memberikan layanan bagi karyawan penyandang disabilitas. Tujuannya sama, yakni menciptakan kesempatan yang setara bagi disabilitas untuk berkembang dan berpartisipasi dalam masyarakat,” ujar Roslita.
Sementara itu, Koordinator ULD Disdik Kalteng, Jafar Sodiq, mengatakan bahwa pendirian ULD merupakan bagian dari perluasan fungsi Disdik dalam memberikan layanan kepada anak-anak disabilitas.
Ia menyebut, berdasarkan PP Nomor 13 Tahun 2020 Pasal 22 dan Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 Pasal 13, Pasal 40 ayat (1), serta Pasal 41, setiap OPD atau instansi wajib memiliki unit layanan disabilitas.
“Di Kalteng, kita sudah memiliki ULD yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut KM 5, Palangka Raya. Di sana, kami menyediakan berbagai informasi dan layanan terkait pendidikan anak berkebutuhan khusus,” ungkap Jafar.
Ia menambahkan, ULD tersebut juga dilengkapi sarana dan prasarana pendukung, termasuk ruang-ruang pembelajaran ramah disabilitas dan unit terapi okupasi khusus bagi anak-anak autis.
“Dalam waktu dekat, kami juga akan menyiapkan fasilitas olahraga seperti lapangan badminton, voli, basket, hingga kolam renang khusus anak disabilitas. Pembangunan kolam renang ini ditargetkan rampung pada tahun ini dan akan diresmikan pada 3 Desember mendatang,” terang Jafar.
(Syauqi)












