Jalan Khusus Industri di Kalteng, Kadishub: Tidak Menggunakan APBN dan APBD

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, saat ditemui Beritasampit.com di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis siang, 24 Juli 2025.

– Pembangunan jalan khusus industri (hauling) untuk sektor pertambangan, perkebunan, dan perhutanan (3P) di wilayah tengah dan timur (Kalteng) dipastikan tidak menggunakan dana APBN maupun APBD.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Kalteng, Yulindra Dedy, yang menyatakan bahwa seluruh pembiayaan proyek akan ditanggung oleh perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Jalan khusus dengan panjang kurang lebih 180 kilometer ini direncanakan membentang dari trase Lahei Mangkutup (Simpang Batengkong) hingga Sei Hanyo, dengan target penyelesaian pada tahun 2026.

Yulindra menjelaskan bahwa jalan hauling ini memang dirancang sebagai jalur khusus transportasi hasil tambang, kayu, dan perkebunan, sehingga pembiayaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelaku usaha di sektor terkait.

“Jalan khusus ini tidak menggunakan dana dari APBN maupun APBD. Semua pembiayaan berasal dari perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut,” tegas Yulindra saat ditemui Beritasampit.com di Kantor Gubernur Kalteng, Kamis siang, 24 Juli 2025.

Meski pembiayaan berasal dari swasta, pembangunan fisik jalan khusus ini berada di bawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng.

“Pengerjaan saat ini ditangani oleh Dinas PUPR. Mereka sedang menghitung Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) dan mekanisme perhitungannya,” jelasnya.

“Kami dari Dinas Perhubungan hanya membantu proses tracking awal dari Simpang Sungai Hanyo-Lehei Mangkutup-Anak Sungai ,” tambahnya.

Jalan khusus ini diharapkan menjadi jalur strategis yang menghubungkan zona ekonomi di Kabupaten , , , serta akses dari wilayah Barito.

“Kalau wilayah barat sudah memiliki banyak pelabuhan yang fungsional seperti Kumai dan Sampit. Untuk wilayah tengah dan timur, jalan ini akan jadi akses penting, dan muaranya di Pelabuhan Batanjung, ,” tambahnya.

baca juga ...  Kalteng Tegaskan Penguatan Pengawasan untuk Sukseskan Program MBG

Yulindra menyebutkan bahwa jalan hauling ini dibuat khusus untuk mendukung transportasi sektor perhutanan, pertambangan, dan perkebunan (3P).

Infrastruktur ini akan mengurangi beban jalan umum sekaligus meningkatkan efisiensi mobilisasi logistik industri.

“Proyek ini tidak hanya memperlancar distribusi hasil produksi, tetapi juga akan memperkuat perekonomian daerah,” tandasnya.

(Sya'ban)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!