JAKARTA– Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku, Alimudin Kolatlena, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, yang meluncurkan Gerakan Pangan Murah pada 2 Agustus 2025.
Kolatlena mengaku program tersebut bertujuan menstabilkan harga pangan di Maluku sekaligus mendukung visi kedaulatan pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini mengatakan Gerakan Pangan Murah sebagai langkah strategis untuk mengatasi fluktuasi harga pangan yang kerap memberatkan masyarakat Maluku. “
“Saya kira inisiatif ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama untuk memastikan akses pangan yang terjangkau dan berkualitas. Saya sangat mengapresiasi Gubernur Hendrik Lewerissa atas komitmennya memperkuat ketahanan pangan daerah,” beber Kolatlena, Minggu 3 Agustus 2025.
Alimudin menjelaskan bahwa program itu juga selaras dengan visi kedaulatan pangan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pangan sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Ia menyoroti bahwa Gerakan Pangan Murah tidak hanya berfokus pada stabilisasi harga, tetapi juga mendorong penguatan produksi pangan lokal, seperti sagu dan komoditas unggulan lainnya di Maluku.
“Maluku memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung pangan nasional, terutama melalui pengembangan komoditas lokal seperti sagu, kopi Liberika, dan kakao. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah dan pusat,” beber Kolatlena.
Menurut Alimudin, keberhasilan Gerakan Pangan Murah akan bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan legislatif untuk memastikan anggaran dan kebijakan yang pro-petani.
Kolatlena mendorong pemberdayaan petani lokal melalui penyediaan bibit unggul, pupuk, dan teknologi pertanian yang memadai.
“Kedaulatan pangan dimulai dari kesejahteraan petani. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, Maluku dapat menjadi kekuatan baru dalam mendukung swasembada pangan nasional,” pungkas Alimudin Kolatlena.
Sebelumnya, Gubernur Hendrik Lewerissa meluncurkan Gerakan Pangan Murah di Ambon pada 2 Agustus 2025, sebagai respons terhadap tantangan harga pangan yang fluktuatif.
Adapun program ini mencakup distribusi pangan murah, bantuan langsung kepada masyarakat, dan penguatan produksi pertanian lokal.
Alimudin berharap inisiatif ini dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia, sekaligus memperkuat implementasi visi Presiden Prabowo dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“Dengan komitmen bersama, Maluku tidak hanya akan mencapai ketahanan pangan, tetapi juga berkontribusi besar bagi kedaulatan pangan nasional. Mari kita dukung langkah ini untuk kesejahteraan rakyat,” pungkas Alimudin Kolatlena.
(Adista)












