PALANGKA RAYA – Wakil Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari menyebut pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai ujung tombak dalam merekrut siswa Sekolah Rakyat. Pernyataan itu ia sampaikan saat meninjau Sekolah Rakyat di Jalan Iskandar, Kota Palangka Raya, Rabu, 30 Juli 2025.
“Kemensos yang punya data-data masyarakat yang berhak untuk menjadi peserta program ini,” kata Qodari.
Ia menjelaskan, Kemensos memiliki petugas-petugas bernama pendamping PKH yang bekerja langsung di lapangan.
“PKH ini yang tahu persis kondisi di lapangan. Jadi mereka kenal dengan keluarganya, tahu kondisi anaknya. Jadi datanya itu bukan data fiktif atau data yang salah. Karena memang PKH selama ini menyalurkan bantuan sosial dari pemerintah,” ujar Qodari.
Menurut dia, Sekolah Rakyat merupakan salah satu bentuk bantuan dari Kemensos yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Dalam konteks ini, kata Qodari, peran PKH sangat penting.
“Mereka ini ujung tombak untuk melakukan rekrutmen calon siswa,” ucapnya.
Qodari menambahkan, lewat tangan-tangan PKH, nasib anak-anak dari keluarga yang tak memiliki harapan dan masa depan bisa berubah. Ia mengaku menemui langsung para orang tua siswa dalam kunjungan ke sejumlah tempat.
“Saya itu keliling-keliling, ketemu orang tua siswa itu 80 persen tamatan SD, 20 persen tamatan SMP,” kata dia.
“Jadi kalau tidak ada program ini, maka hampir bisa dipastikan anak-anak mereka pasti seperti orang tuanya, tidak punya harapan dia,” ujar Qodari.
(Syauqi)












