Titik Api Masih Ditemukan di Kotim Meski Sempat Diguyur Hujan Deras

NARDI/BERITASAMPIT - Karhutla yang terjadi di Jalan Yadi Kudung, Jaksa Agung Soeprapto Baamang Hulu Jumat 1 Agustus 2025 lalu.

SAMPIT – Meski sempat diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir, namun sejumlah wilayah di Kabupaten (Kotim) masih terpantau memiliki titik panas (hotspot). Hal ini mengindikasikan bahwa potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tinggi dan tetap harus diwaspadai.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam, menyampaikan bahwa hujan deras yang terjadi tidak merata di seluruh wilayah. Salah satu contoh adalah kawasan utara seperti Kecamatan Antang Kalang yang masih menunjukkan kemunculan hotspot, maupun wilayah selatan yang masih kekeringan.

“Hotspot masih muncul di wilayah utara. Ini menandakan potensi karhutla masih tinggi dan perlu diwaspadai bersama,” ujar Multazam, Selasa 5 Agustus 2025.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika () Kotim, titik panas terdeteksi di Sungai Hanya. Selain itu, kawasan Teluk Sampit juga dinilai rawan meskipun belum menunjukkan intensitas api yang tinggi.

Sementara itu, Kepala Kotim Mulyono Leo Nardo menjelaskan bahwa hujan deras yang terjadi di awal Agustus ini bukanlah awal dari musim hujan. Fenomena tersebut hanya gangguan cuaca yang dipicu oleh calon bibit siklon di selatan Pulau Jawa, yang memicu pembentukan awan hujan di wilayah Kalimantan.

“Musim kemarau belum berakhir. Untuk menyatakan masuk musim hujan, harus ada curah hujan minimal 50 mm dalam tiga dasarian berturut-turut, dan saat ini belum tercapai,” terang Mulyono.

memprediksi kemarau 2025 mencapai puncaknya pada bulan Agustus. Namun, durasinya diperkirakan lebih pendek dibanding tahun sebelumnya. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak lengah dengan turunnya hujan sesaat.

Kondisi ini juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua II DPRD Kotim, Rudianur. Ia menyebut wilayah selatan Kotim justru tidak mengalami hujan seperti di Kota Sampit.

baca juga ...  Camat dan Sekcam Kunjungi SDN 4 Ketapang, Jadi Contoh Sekolah Inovatif Lingkungan dan Literasi

“Wilayah selatan tidak kena hujan seperti di Sampit yang sangat deras, untuk itu kita perlu waspada karhutla dan krisis air bersih,” kata Rudianur.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Kotim telah menetapkan status siaga darurat karhutla selama 90 hari, terhitung sejak 1 Agustus hingga 29 Oktober 2025. BPBD Kotim juga terus meningkatkan pemantauan secara berkala di seluruh kecamatan untuk mencegah penyebaran titik api yang dapat membesar sewaktu-waktu. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!