KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menaruh perhatian serius terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah. Dalam peninjauan lapangan yang digelar Rabu 6 Agustus 2025, sejumlah catatan penting ditemukan, mulai dari ketidaksesuaian jumlah makanan hingga waktu pengiriman yang belum ideal.
Peninjauan dilakukan langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kapuas, Vitrianson, bersama tim lintas perangkat daerah, dengan menyasar sejumlah satuan pendidikan yang menjadi penerima manfaat program MBG. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengawasan langsung untuk memastikan bahwa bantuan makanan benar-benar tepat sasaran.
“Salah satu temuan kami di TK Al-Madina, jumlah makanan yang dikirim tidak sesuai dengan jumlah siswa yang terdata. Ini harus dievaluasi segera oleh pihak penyedia dan sekolah,” ungkap Vitrianson usai dialog langsung dengan guru dan pengelola sekolah.
Tak hanya itu, waktu pengantaran makanan juga disorot. Berdasarkan pemantauan, makanan sudah dikirim sejak pukul 07.00 WIB, padahal idealnya dikonsumsi setelah pukul 09.00 WIB. Hal ini dikhawatirkan memengaruhi kualitas hidangan, terutama sayuran dan lauk seperti ikan yang sensitif terhadap suhu ruang.
Vitrianson menegaskan, penjadwalan ulang pengiriman harus segera dilakukan demi menjaga kesegaran dan keamanan makanan. Ia juga menekankan pentingnya kehadiran petugas pendamping dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun Badan Gizi saat distribusi dilakukan.
“Koordinasi antara penyedia, sekolah, dan petugas teknis harus diperkuat. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ada harus menjadi acuan utama agar program ini betul-betul memberi manfaat,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, tetap mengapresiasi semangat pelaksanaan program MBG. Namun, evaluasi berkala sangat diperlukan agar program gizi dari pusat ini benar-benar menyentuh inti persoalan: mendorong tumbuh kembang anak-anak secara sehat dan seimbang.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan dr. Tonun Irawaty Panjaitan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kusmiatie, serta Sekretaris Dinas Pendidikan Edralin, yang seluruhnya siap mendukung perbaikan berkelanjutan pelaksanaan MBG di Kabupaten Kapuas. (ds)












