PALANGKA RAYA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyatakan bahwa sejumlah armada udara disiagakan untuk memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kaltrng). Salah satunya adalah pesawat Cessna untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.
“Operasi modifikasi cuaca terus dilakukan. Kita siagakan satu pesawat jenis Cessna dan mulai dua hari yang lalu sudah melaksanakan operasi. Kemarin sudah hujan, hari ini kita laksanakan lagi, mudah-mudahan nanti malam hujan,” kata Suharyanto usai apel gabungan penanggulangan karhutla fi Kantor Gubernur Kalteng, Kamis, 7 Agustus 2025.
Selain pesawat, BNPB juga menyiagakan dua unit helikopter patroli atas permintaan Gubernur Kalteng.
“Heli patroli ada dua unit yang akan dibawa, perintah Bapak Gubernur, selama operasi penanggulangan karhutla sampai nanti akhir September, setelah cuaca hujan turun lagi,” ujarnya.
Untuk menangani titik-titik api yang sulit dijangkau oleh pasukan darat, BNPB juga menambah dua helikopter water bombing.
“Untuk mengatasi titik-titik api yang tidak bisa dijangkau Satgas Darat, kami menambah dua heli water bombing untuk sementara. Ini akan dievaluasi terus, apabila kurang akan ditambah,” jelasnya.
Suharyanto menambahkan, jumlah personel BNPB yang diturunkan di lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan.
“Tergantung kebutuhan. Untuk yang mengendalikan setiap titik, paling tidak ada satuan setingkat peleton, jadi sekitar 29-30 orang per titik. Kalau BNPB, mengendalikan ada di operasi darat, modifikasi cuaca, water bombing, dan heli patroli,” ujarnya.
(Syauqi)












