Gubernur Kalteng Minta Dukungan Pusat Perkuat Penanganan Karhutla

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Gubernur (Kalteng), H. Agustiar Sabran.

– Gubernur (Kalteng), H. Agustiar Sabran, meminta dukungan penuh pemerintah pusat untuk memperkuat langkah pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya.

Ia menegaskan, luasnya wilayah Kalteng yang mencapai ±153.000 km² dengan sebaran titik rawan di lahan gambut membuat penanganan memerlukan armada, teknologi, dan logistik tambahan.

Permintaan itu disampaikan Agustiar dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis siang, 7 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, pemantauan udara bersama Forkopimda telah dilakukan sejak awal Agustus di wilayah barat, tengah, dan timur Kalteng untuk memverifikasi titik api, memastikan kesiapan personel, dan menentukan prioritas penanganan.

“Kami butuh helikopter pemantauan tambahan, drone jarak jauh, pusat data dan komando terpadu, serta logistik udara seperti BBM dan pos pantau. Semua ini penting untuk mempercepat respons di lapangan,” ujar Agustiar.

Ia menambahkan, ancaman Karhutla tahun ini harus dihadapi dengan strategi terpadu yang memadukan deteksi dini, pengendalian lahan gambut, dan pemberdayaan masyarakat.

telah mengaktifkan satuan tugas Karhutla, memperkuat warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan menerapkan Perda No. 1 Tahun 2020 yang mengatur pembakaran terbatas di bawah pengawasan ketat.

Agustiar mengingatkan bahwa Karhutla tidak hanya menimbulkan kerugian lingkungan, tetapi juga berdampak pada dan perekonomian daerah.

“Kalau kita lengah, dampaknya bisa seperti 2015 dan 2019. Kita tidak mau mengulang sejarah pahit itu,” tegasnya.

Berdasarkan data BPBD per 4 Agustus 2025, Kalteng telah mengalami 326 kejadian Karhutla yang membakar 451 hektare lahan, dengan 1.317 titik panas terdeteksi.

Sebagian besar kebakaran terjadi di lahan mineral dan sebagian di gambut, termasuk dalam kawasan konsesi.

Agustiar berharap dukungan pusat segera terealisasi sebelum puncak kemarau pada pertengahan Agustus. “Semakin cepat kita perkuat armada dan sumber daya, semakin besar peluang mencegah Karhutla meluas,” tandasnya.

(Sya'ban)

baca juga ...  Gubernur Agustiar Ingatkan Mahasiswa Soal Ancaman Degradasi Moral
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!