SAMPIT – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kotawaringin Timur (Kotim) menggelar pendidikan politik bagi kader, Sabtu 9 Agustus 2025. Kegiatan dihadiri pengurus DPC, Pengurus DPAC Kecamatan dengan menghadirkan narasumber dari Kesbangpol Kotim.
Ketua DPC Partai Demokrat Kotim, Jhon Krisli, mengatakan pendidikan politik ini merupakan agenda rutin tahunan partai. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan dua kali berkat adanya tambahan anggaran bantuan partai politik dari pemerintah, yakni di bulan Agustus dan rencananya kembali digelar pada awal Desember.
“Demorkat dapat hibah sekitar Rp290 juta per tahun ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dulu bantuan per suara hanya Rp7.500, sekarang menjadi Rp15.000. Kami gunakan untuk kegiatan pendidikan politik agar kader dan pengurus di semua tingkatan bisa mengikuti pembinaan,” ujarnya.
Jhon menjelaskan, kegiatan ini selain menambah wawasan politik kader, sekaligus menjadi ajang konsolidasi untuk persiapan menghadapi pemilu legislatif, pilkada, dan pemilihan presiden tahun 2029.
Pihaknya mulai menata kepengurusan di tingkat kecamatan, desa, dan ranting, serta melakukan rekrutmen saksi sejak jauh hari.

“Biasanya saksi direkrut mendekati pemilu, sekarang kami coba siapkan lebih awal agar lebih matang, saksi permanen dari partai. Harapannya juga lahir kader-kader militan yang siap membela partai di wilayahnya masing-masing untuk menghadapi pesta demokrasi 2029,” tambahnya.
Para kader juga diharapkan saling menjaga solidaritas hingga ke bawah, meningkatkan kekuatan kader dari tingkat desa–desa dan kelurahan.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Kotim, SP Lumban Gaol, menekankan pentingnya soliditas dan komunikasi dari DPC ke tingkat bawah. Menurutnya, PAC sebagai penghubung ke ranting harus optimal, sebab jika PAC tidak berjalan, maka kinerja DPC akan terganggu.
“Koordinasi dari pusat (DPP), DPD, kabupaten (DPC), hingga DPAC harus jelas. Forum seperti ini menjadi kesempatan konsolidasi supaya komunikasi ke bawah bisa lebih baik,” tegas Gaol.
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kesbangpol Kotim, Rendra, yang menjadi pemateri, menyampaikan evaluasi pemilu sebelumnya menunjukkan partisipasi pemilih di Kotim masih rendah.
Ia berharap kader partai ikut mengajak masyarakat, terutama pemilih pemula, untuk aktif menggunakan hak pilihnya.
“Pendidikan politik ini membahas arti politik, cara berpolitik yang baik, dan ajakan untuk meningkatkan partisipasi. Kami fokus pada poin-poin penting agar iklim demokrasi di Kotim semakin sehat,” tutup Rendra.
(Nardi)












