SAMPIT – Pembangunan Jembatan Sei Lenggana di Jalan Jenderal Sudirman Km 21, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terus menjadi sorotan. Hingga kini, progresnya telah mencapai 37 persen. Proyek ini menjadi perhatian masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap kelancaran arus lalu lintas di jalur utama penghubung Sampit–Pangkalan Bun.
Untuk mengantisipasi gangguan mobilitas, pihak penyedia jasa konstruksi telah menyiapkan jembatan alternatif sebagai jalur sementara. Namun, sayangnya, jembatan darurat tersebut mengalami kerusakan akibat maraknya kendaraan dengan muatan berlebih yang tetap melintas.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Seksi 1.3 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah (Kalteng), Marhara Tua menyebut proses pembuatan jalan sudah berjalan 37 persen. Diketahui proses pengerjaan jembatan dimulai pada Mei dan akan selesai Desember 2025.
“Progres pembangunan jembatan Sei Lenggana sudah 37,7 persen,” kata Marhara pada Sabtu 9 Agustus 2025.
Dirinya mengungkap jembatan alternatif Sei Lenggana yang rusak pada 7 Agustus 2025 dikarenakan kendaraan dengan jumlah dan muatan berat menjadi penyebab kerusakan jembatan tersebut. Sehingga menyebabkan antian panjang hingga mencapai lima kilometer dari arah Sampit menuju Pangkalan Bun.
“Kendaraan dengan jumlah dan muatan berat memungkinkan terjadi kerusakan di jalur sementara,” ungkapnya.
Meski demikian pihaknya bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotim selalu siaga untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan antisipasi kerusakan kembali.
“Alat dan tim kami standby di lokasi untuk mengantisipasi hal tersebut, dan kami dibantu oleh Satlantas Polres Kotim,” pungkasnya.
(Utomo)












