PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana Razak, menilai pengelolaan Balai Latihan Kerja (BLK) di Kalimantan Selatan dapat menjadi contoh bagi Kalteng. Penilaian itu disampaikannya usai kunjungan kerja Komisi IV DPRD Kalteng ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalsel pada 27-30 Juli 2025.
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari tata kelola dan sistem penganggaran BLK, sekaligus menjajaki penguatan program pelatihan kerja di Kalteng.
“Kunjungan kami ke Disnakertrans Kalsel jadi pengalaman yang membuka mata. Pengelolaan BLK di Kalimantan Selatan cukup maju, baik dari sisi perencanaan program maupun serapan lulusannya di dunia kerja,” ujar Okki, Sabtu, 9 Agustus 2025.
Salah satu yang menjadi perhatian Komisi IV adalah keberhasilan pelatihan operator alat berat yang memiliki tingkat serapan kerja tinggi.
“Yang menarik perhatian kami adalah program pelatihan operator alat berat. Serapan kerjanya tinggi, bahkan sebagian besar lulusannya bisa langsung bekerja dalam waktu singkat,” kata Okki.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan adanya perencanaan matang serta kolaborasi erat dengan dunia industri. Sistem seperti ini, kata Okki, bisa menjadi model bagi Kalteng.
Saat ini, Pemprov Kalteng tengah merancang pembukaan kelas baru di BLK, khususnya pelatihan operator alat berat yang sangat dibutuhkan sektor industri dan perkebunan.
“Ini bisa kita adopsi dengan sinergi yang baik antara pemerintah, BLK, dan industri maka program pelatihan kita bisa lebih efektif. Yang paling penting, anak-anak muda Kalteng bisa langsung terserap di dunia kerja,” ucapnya.
(Syauqi)












