JAKARTA— Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Alimudin Kolatlena, menyampaikan tanggapan penuh antusiasme terhadap pidato perdana Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung Nusantara, Jakarta.
Kolatlena menyebut pidato tersebut sebagai “manifesto kebangkitan bangsa” yang menegaskan visi Indonesia untuk merdeka dari kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan, sekaligus memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan, “Tujuan kita merdeka adalah untuk merdeka dari kemiskinan, merdeka dari kelaparan, merdeka dari penderitaan. Negara kita harus bisa berdiri di atas kaki kita sendiri. Negara kita harus berdaulat secara ekonomi, dan mampu memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri.”
Pernyataan ini, menurut Kolatlena, mencerminkan komitmen kuat pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sebagai inti dari kemerdekaan sejati.
Alimudin Kolatlena, yang mewakili daerah pemilihan Maluku dan duduk di Komisi VIII DPR RI, menyoroti bagaimana pidato tersebut selaras dengan aspirasi masyarakat di wilayah timur Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Pidato Bapak Presiden adalah cerminan dari harapan rakyat Maluku yang selama ini merindukan perhatian nyata terhadap ketimpangan pembangunan. Visi untuk kedaulatan pangan dan ekonomi adalah angin segar bagi kami di wilayah 3T, di mana akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan pangan masih menjadi tantangan besar,” ujar Kolatlena saat dihubungi Wartawan, Jumat 15 Agustus 2025.
Kolatlena juga mengapresiasi penekanan Presiden Prabowo pada pengelolaan sumber daya alam yang melimpah sebagai anugerah dari Allah SWT. Prabowo menyatakan, “Negara kita diberikan karunia oleh Allah SWT sumber daya alam yang melimpah-ruah. Tantangan kita adalah menjaga dan mengelola kekayaan kita agar cita-cita kemerdekaan kita dapat terwujud dalam waktu sesingkat-singkatnya.”
Kolatlena menegaskan bahwa Fraksi Gerindra di DPR akan mengawal kebijakan pemerintahan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
“Maluku, sebagai daerah dengan kekayaan laut yang luar biasa, harus menjadi bagian dari visi besar ini. Kami akan mendorong program-program konkret, seperti pemberdayaan nelayan, pengembangan industri perikanan, dan pemerataan infrastruktur, agar cita-cita kedaulatan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” imbuh Kolatlena.
Mantan Anggota DPRD Provinsi Maluku ini juga mencatat momen emosional dalam pidato Presiden Prabowo, di mana beliau mengenang sumpah jabatan yang diambil 299 hari lalu di hadapan MPR, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Kolatlena, pernyataan ini menunjukkan kesadaran mendalam akan tanggung jawab besar yang diemban pemerintahan saat ini.
“Sebagai anggota DPR, saya merasakan energi baru dari pidato ini. Ini adalah panggilan untuk kita semua di parlemen untuk bekerja sama, melupakan rivalitas politik, dan fokus pada keberpihakan kepada rakyat. Seperti yang pernah disampaikan Bapak Prabowo, ‘Partai-partai lain bukan musuh kita, mereka adalah saudara-saudara kita,” tegas Kolatlena, mengutip pernyataan Prabowo.
Pidato perdana Presiden Prabowo Subianto ini, menurut Kolatlena, bukan sekadar seremonial, tetapi sebuah roadmap untuk Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaulat.
“Fraksi Gerindra, akan terus bekerja keras untuk memastikan bahwa visi besar ini tidak hanya menjadi janji, tetapi bukti nyata keberpihakan kepada rakyat,” pungkas Alimudin Kolatlena.
(Adista)












