SAMPIT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Minggu 17 Agustus 2025, tidak hanya diwarnai semangat nasionalisme, tetapi juga kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.
Hamsiah, salah seorang warga yang hadir di Stadion 29 Nopember Sampit, mengaku berat menjalani kehidupan sehari-hari karena harga kebutuhan pokok semakin tinggi dan daya beli menurun. Ia berharap pemerintah bisa menghadirkan kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat kecil.
“Harapan kami, dengan semangat kemerdekaan ini ekonomi lebih baik. Kami ingin harga kebutuhan stabil dan masyarakat kecil lebih mudah dapat pekerjaan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Ridwan, pedagang asongan yang sering berjualan di acara-acara besar. Ia mengaku penghasilannya menurun tajam dibanding tahun lalu.
“Kalau dulu sehari bisa dapat untung Rp10 ribu, sekarang paling Rp5 ribu. Sepi pembeli, jadi terasa berat,” ucapnya.
Ridwan berharap ekonomi di Kotim bisa kembali meningkat agar para pedagang kecil juga bisa merasakan manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Pemerintah daerah sendiri berkomitmen untuk terus menjalankan program pemberdayaan masyarakat, membuka peluang usaha, hingga membangun infrastruktur sebagai dorongan bagi pertumbuhan ekonomi. (nardi)












