SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) berharap program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa sekolah bisa segera kembali berjalan.
Program tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah.
Kepala Disdik Kotim, M Irfansyah, mengatakan bahwa hingga kini belum ada informasi lebih lanjut dari pihak pengelola terkait kelanjutan distribusi makanan bergizi tersebut.
Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program karena menyangkut kesehatan generasi penerus.
“Kami berharap program ini kembali aktif, karena gizi anak-anak sekolah adalah hal yang utama. Sampai sekarang, informasi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku pengelola program juga belum jelas,” kata Irfansyah, Senin 18 Agustus 2025.
Ia menyebut, program MBG sangat membantu terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Dengan adanya makanan bergizi yang dibagikan setiap hari, anak-anak bisa lebih sehat dan semangat dalam mengikuti kegiatan belajar.
Sementara itu, Bupati Kotim Halikinnor mendapat informasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa program tersebut dihentikan untuk sementara waktu.
“Kami masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait kelanjutan program MBG. Karena ini sepenuhnya kewenangan pusat, daerah hanya melaksanakan sesuai petunjuk yang diberikan,” jelas Halikinnor, Senin 9 Juni 2025 lalu.
Diduga terhentinya distribusi makanan bergizi di Kotim kemungkinan disebabkan kendala teknis, seperti pasokan bahan pangan lokal yang belum maksimal. Namun ia menilai evaluasi ini bagian dari proses wajar dalam tahap awal implementasi program.
“Evaluasi itu penting untuk mengetahui kekurangan yang ada. Harapannya, hambatan ini bisa segera teratasi sehingga MBG dapat dilanjutkan dan benar-benar mendukung pemenuhan gizi anak-anak kita,” pungkasnya. (nardi)












