Romadhan Nurdin: Tetap Tersenyum Meski Harus Dirawat, Berkat BPJS

IST/BERITASAMPIT - Kepala BPJS Cabang Sampit, Iwan Kurnia (tengah) melihat keadaan Romadhan Nurdin saat dirawat di RSUD dr Murjani Sampit.

SAMPIT – Bagi Romadhan Nurdin, 29 tahun, adalah modal utama untuk bisa terus bekerja dan menghidupi keluarga, tidak pernah terlintas di pikiran Romadhan Nurdin bahwa sebuah benjolan kecil di tangannya akan membawanya ke ruang perawatan rumah sakit.

Beberapa waktu lalu, ia harus berhadapan dengan masalah yang cukup mengganggu yakni Ganglion. Ganglion adalah benjolan berisi cairan yang tumbuh di dekat sendi atau tendon, biasanya di pergelangan tangan atau jari. Meskipun sering disebut sebagai kista ganglion, sebenarnya ganglion adalah tumor jaringan lunak jinak. Meski tergolong jinak, keberadaannya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, nyeri, dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Romadhan menceritakan bahwa awalnya ia merasakan nyeri dan muncul benjolan di area tangan. Karena khawatir, ia memutuskan untuk memeriksakan diri ke fasilitas . Berbekal kepesertaan Jaminan (JKN) yang dikelola BPJS , ia menjalani perawatan tanpa khawatir dengan biaya yang akan timbul.

“Saya dirawat selama tiga hari di rumah sakit dan setelah itu menjalani satu kali kontrol pasca rawat inap. Semua prosesnya berjalan lancar dan saya merasa sangat terbantu dengan adanya BPJS ,” ujar Romadhan.

Ia menegaskan bahwa selama menjalani perawatan, tidak ada pembedaan layanan antara pasien pengguna BPJS dengan pasien umum. “Pelayanannya sangat baik, ramah, dan profesional. Semua petugas melayani dengan tulus, tanpa membeda-bedakan siapa yang menggunakan BPJS atau yang membayar secara pribadi,” tambahnya.

Bagi Romadhan, pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa BPJS benar-benar hadir untuk melindungi masyarakat. Ia pun berharap agar layanan yang telah dirasakannya bisa terus dijaga bahkan ditingkatkan demi kebaikan semua peserta.

“Saya berharap BPJS dapat terus memberikan pelayanan dan perawatan terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi peserta seperti saya. Layanan adalah kebutuhan dasar yang harus diakses dengan mudah dan layak oleh semua orang,” tuturnya.

baca juga ...  Jaga Aksi Aliansi Mahasiswa, Polres Kotim Terjunkan Ratusan Anggota

Sementara itu Kepala Cabang BPJS KC Sampit, Iwan Kurnia, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang telah memanfaatkan layanan dengan bijak. Ia menegaskan bahwa pelayanan yang setara merupakan prinsip utama dalam penyelenggaraan JKN-KIS.

“Kami memastikan bahwa semua peserta, tanpa memandang latar belakang, mendapatkan pelayanan yang sama dan berkualitas. Kisah Pak Romadhan menjadi bukti bahwa JKN hadir untuk semua, termasuk pekerja di lingkungan BPJS sendiri,” kata Iwan.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepesertaan agar selalu aktif, karena sakit bisa datang tanpa diduga. “Dengan kepesertaan yang aktif, peserta tidak perlu lagi khawatir akan biaya pengobatan. Fokusnya hanya pada kesembuhan,” tambahnya.

Kisah Romadhan Nurdin menjadi salah satu dari jutaan bukti manfaat nyata program JKN yang dikelola BPJS . Sebagai seorang pekerja, ia mengaku lebih tenang menjalani hari-harinya karena merasa terlindungi.

“Saya jadi lebih fokus bekerja karena tahu kalau ada masalah , sudah ada BPJS yang siap membantu,” pungkasnya.

Program JKN yang telah berjalan selama lebih dari satu dekade memang terus menjadi tumpuan harapan masyarakat. Ke depan, BPJS berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, memperluas kemudahan akses, dan memastikan setiap peserta mendapatkan pelayanan yang setara tanpa diskriminasi.

Bagi Romadhan, pulih dari ganglion bukan hanya soal fisik, tetapi juga rasa tenang karena tahu ada perlindungan yang selalu siap saat dibutuhkan.

“Sekarang saya bisa kembali bekerja dengan semangat. Rasanya lebih lega karena saya tahu, kalau ada masalah , BPJS akan selalu ada untuk membantu,” pungkasnya.

Dengan pengalaman seperti ini, pesan yang ingin ia sampaikan sederhana, jangan menunda untuk menjadi peserta JKN. Karena ketika sakit datang tanpa diduga, perlindungan itu bisa menjadi pembeda antara kekhawatiran dan rasa aman.(im/bs)

baca juga ...  Peringati HAN 2025, Disdik Kotim Harapkan Tingkatkan Peran Keluarga dalam Pendidikan Anak
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!