PALANGKA RAYA – Banjir melanda tiga kabupaten di Kalimantan Tengah, yakni Murung Raya, Kapuas, dan Gunung Mas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng mencatat sedikitnya 20 desa di 11 kecamatan terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan pihaknya menyiapkan langkah darurat dan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi.
“Kami terus memantau perkembangan di lapangan. Koordinasi dengan BPBD Kabupaten, BMKG, Dinas Sosial, dan Basarnas sudah dilakukan sejak awal kejadian,” ujarnya usai rapat koordinasi via Zoom, Kamis, 21 Agustus 2025.
Murung Raya menjadi daerah paling parah. Sebanyak 75 kepala keluarga, 196 jiwa, dan 42 rumah terdampak. Selain itu, tujuh fasilitas pendidikan, dua fasilitas kesehatan, satu rumah ibadah, dan tujuh akses jalan terputus.
Di Kapuas, 16 rumah warga terendam. Sedangkan di Gunung Mas, banjir merendam tiga kecamatan meski kondisi air mulai surut.
Potensi banjir susulan masih mengintai. BMKG memprediksi hujan intensitas sedang hingga tinggi pada 23-24 Agustus. “Kami mengimbau masyarakat di daerah rawan agar tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” kata Ahmad.
Menurut dia, sinergi pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat penting untuk mempercepat penanganan. “Kami akan terus melakukan koordinasi dan monitoring untuk meminimalkan dampak banjir ini,” ujarnya.
(Syauqi)












