PALANGKA RAYA – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah, mendorong pemerintah provinsi untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) dari tiga sektor utamautama yakni dari perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.
“Jadi yang masih jadi primadona itu yang kita harapkan optimalisasi PAD itu di Tiga P, perkebunan, perhutanan dan pertambangan,” ujar Nafsiah, Sabtu, 23 Agustus 2025.
Menurut dia, kontribusi tiga sektor tersebut sangat penting untuk meningkatkan porsi PAD. Ia menyebut dalam beberapa kali pembahasan anggaran bersama Badan Anggaran (Banggar), pihaknya terus mendorong pemerintah provinsi agar meningkatkan kinerja dan partisipasi perusahaan dalam membayar pajak.
“Baik melalui pajak alat berat, pajak air permukaan dan lain sebagainya, itu yang kita harapkan bisa lebih optimal,” katanya.
Meski realisasi PAD tahun 2024 dan 2025 dinilai cukup baik, Nafsiah mengingatkan adanya penurunan pada 2026. Kondisi itu, kata dia, membuat DPRD meminta pemerintah provinsi melibatkan lebih banyak sektor agar kontribusi perusahaan besar, khususnya perkebunan dan kehutanan, bisa ditingkatkan.
“Untuk tahun 2025 masih bagus, tapi 2026 ada penurunan. Jadi kita harapkan pada semester II 2026 nanti ada peningkatan,” ucapnya.
Nafsiah menambahkan, saat pembahasan anggaran murni 2026, pihaknya sudah mencatat adanya penurunan penerimaan. Namun, DPRD tetap mengawasi dan mendorong perusahaan besar agar meningkatkan kepatuhan pajak.
“Kemarin ada saran dari teman Banggar maupun dewan lain untuk mengundang atau memanggil perusahaan perkebunan dan pertambangan itu langsung. Supaya kita bisa klarifikasi kontribusi mereka dalam menyumbang pendapatan di Kalteng. Kita harap ya bisa lebih optimal,” tuturnya.
(Syauqi)












