Fraksi Gerindra Desak Sinkronisasi Anggaran Provinsi dan Kabupaten untuk Tekan Stunting

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi stop stunting.

– Fraksi Gerindra DPRD (Kalteng) menilai persoalan sosial masih menjadi tantangan besar meski menunjukkan tren perbaikan. Angka kemiskinan dan prevalensi stunting disebut tetap membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Di sisi sosial, angka kemiskinan dan prevalensi stunting meskipun menunjukkan perbaikan tetap menjadi pekerjaan besar,” kata Juru Bicara Fraksi Gerindra, Endang Susilawatie, saat membacakan pemandangan umum fraksi pada rapat paripurna ke-20 di gedung DPRD Kalteng.

Gerindra menekankan perlunya program yang terintegrasi antara layanan , penyediaan air bersih, sanitasi, dan perbaikan gizi masyarakat. Upaya itu dianggap penting agar target penurunan stunting dapat tercapai.

Evaluasi terbaru bersama BPKP, menurut fraksi, juga memperlihatkan kebutuhan mendesak untuk melakukan sinkronisasi anggaran antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Hal ini agar program penurunan stunting lebih tepat sasaran,” ujar Endang.

Fraksi Gerindra juga turut menyoroti penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Operasional Keluarga Berencana (DAK BOKB). Fraksi meminta agar dana tersebut benar-benar digunakan sesuai peruntukan dan tepat sasaran.

Selain itu, program perlindungan sosial disebut harus berbasis data mutakhir sehingga manfaatnya dapat benar-benar dirasakan keluarga yang membutuhkan.

(Syauqi)

baca juga ...  DPRD Kalteng: Stranas PK Dorong Penganggaran Daerah Lebih Transparan dan Efisien
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!