KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas HM Wiyatno menegaskan Kecamatan Dadahup harus menjadi salah satu sentra produksi beras di Kalimantan Tengah dan menjadi lumbung pangan baru diwilayahnya. Komitmen itu ia sampaikan saat memimpin Gerakan Percepatan Tanam Padi di Desa Sumber Agung, yang sekaligus menjadi penanaman perdana di lahan cetak sawah rakyat setempat.
Kegiatan tanam padi ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S. Ampung, mewakili Gubernur H. Agustiar Sabran. Hadir pula Wakil Bupati Kapuas Dodo, unsur Forkopimda, Ketua Komisi I DPRD Kapuas, Sekda Kapuas, para kepala OPD, camat, kepala desa, perwakilan Kementerian Pertanian, hingga petani lokal.
Wiyatno, Senin 1 September 2025, menekankan bahwa Dadahup memiliki sarana memadai, mulai dari akses jalan hingga dukungan infrastruktur pertanian. Menurutnya, tantangan saat ini adalah memastikan lahan yang sudah tersedia benar-benar produktif dan mampu mendukung swasembada pangan.
“Kalau di Bataguh dan Tamban Catur kita sudah melihat hasil panen padi unggul, di Dadahup saya ingin kondisi itu juga tercapai. Kita tidak ingin mengulang pengalaman di Desa Sungai Kayu, lahannya bagus tetapi tanamannya tidak tumbuh optimal. Maka di sini harus berhasil,” tegasnya.
Bupati juga memaparkan capaian panen di sejumlah wilayah, seperti Bataguh dengan 3.800 hektar, Tamban Catur 5.000 hektar, serta Kapuas Timur dengan sekitar 9.000 hektar padi lokal. Ke depan, ia mendorong agar petani tidak hanya mengandalkan padi lokal, tetapi mengombinasikannya dengan varietas unggul yang bisa dipanen lebih cepat.
Sementara itu, PJ Sekda Provinsi Kalteng Leonard S. Ampung menyampaikan apresiasi atas langkah percepatan tanam yang digagas Pemkab Kapuas. Ia menekankan bahwa program ini selaras dengan target 66 ribu hektar cetak sawah di Kalimantan Tengah sekaligus mendukung peran provinsi sebagai lumbung pangan nasional.
Leonard juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi pertanian, mulai dari drone, alsintan, hingga dukungan pupuk dan dolomit. Namun, ia mengingatkan agar kondisi lahan tetap diperhatikan, terutama saat musim hujan dengan genangan air tinggi yang dapat merusak tanaman.
Kegiatan ditutup dengan aksi tanam padi bersama Bupati, PJ Sekda, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, dan para petani. Simbol kebersamaan ini menjadi penegasan bahwa sektor pertanian Kapuas hanya bisa maju melalui kerja kolektif semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat di lapangan. (ds)












