KUALA KAPUAS – Musabaqah Tilawatil Qur'an dan Hadist (MTQH) ke-47 tingkat Kabupaten Kapuas resmi dibuka Bupati H.M. Wiyatno, di halaman Masjid Agung Al-Mukaram Amanah Kuala Kapuas.
Bupati Wiyatno, pada keterangannya Jumat 5 September 2025, menegaskan bahwa MTQH bukan sekadar perlombaan tahunan, melainkan bagian dari syiar Islam yang harus menuntun umat mendekat kepada Al-Qur'an.
“Yang lebih penting dari sekadar kompetisi adalah bagaimana MTQH mampu mempertebal iman, memperkuat pemahaman keagamaan, dan melahirkan generasi Qur'ani yang akan membawa Kabupaten Kapuas lebih berkah,” ucap Wiyatno.
Acara pembukaan berlangsung khidmat dan meriah, diawali dengan parade kafilah dari 17 kecamatan se-Kabupaten Kapuas, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an serta penyerahan piala bergilir kepada panitia pelaksana. Ribuan masyarakat tumpah ruah menyaksikan jalannya kegiatan, menandakan tingginya antusiasme terhadap ajang keagamaan ini.
Bupati Wiyatno juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras, mulai dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), panitia penyelenggara, hingga kafilah yang hadir dengan semangat tinggi. Menurutnya, kebersamaan ini mencerminkan semangat masyarakat Kapuas yang religius dan kompak mendukung syiar Islam.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas, saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga dari MTQH ke-47 ini lahir qari dan qariah terbaik yang akan mengharumkan Kapuas, baik di tingkat provinsi maupun nasional,” ujarnya.
Tak lupa, ia menitip pesan kepada dewan hakim agar menjunjung tinggi objektivitas dalam penilaian. Menurutnya, keadilan dalam menentukan pemenang akan menambah wibawa ajang MTQH serta menjaga kepercayaan masyarakat.
“Saya berharap penilaian dilakukan secara profesional. Pilihlah peserta yang benar-benar layak mewakili Kapuas, karena mereka membawa nama daerah sekaligus amanah umat,” tegas Bupati.
Lebih dari itu, MTQH ke-47 diharapkan menjadi momentum memperkokoh visi Kapuas Bersinar (Berdaya Saing, Sejahtera, Indah, Aman, Religius). Dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup, Bupati optimistis masyarakat Kapuas akan tumbuh sebagai komunitas religius yang berdaya saing dan harmonis. (ds)












