PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat sektor pendidikan sebagai landasan pembangunan jangka panjang.
Melalui program unggulan Betang Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana, Pemprov menargetkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, saat memberikan jawaban atas pandangan Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Kalteng terkait Nota Keuangan dan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-21 Masa Persidangan III di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, baru-baru ini.
Edy menegaskan bahwa kedua program tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan yang lebih luas dan merata, sekaligus memastikan setiap keluarga di Kalteng memiliki kesempatan mencetak sarjana.
“Betang Cerdas bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi juga tentang menyiapkan generasi muda kita agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Program Satu Keluarga Satu Sarjana menjadi langkah nyata dalam menciptakan pemerataan kesempatan pendidikan,” jelas Edy.
Untuk memperkuat implementasinya, Pemprov Kalteng menggandeng Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) guna memastikan keterkaitan antara kurikulum dengan kebutuhan lapangan kerja.
Dengan begitu, lulusan sekolah dan perguruan tinggi di Kalteng diharapkan tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan usaha baru.
“Anak-anak muda Kalteng harus siap bersaing, memiliki daya saing, dan mampu berinovasi. Ini juga bagian dari strategi kita membangun ekonomi berbasis peningkatan kualitas SDM,” tambahnya.
Selain sektor pendidikan, Edy menyebut Pemprov menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp100 miliar dalam APBD Perubahan 2025.
Ia menilai, kualitas pendidikan yang lebih baik akan berdampak langsung pada produktivitas ekonomi masyarakat dan memperluas basis pendapatan daerah.
“Jika masyarakat berpendidikan dan memiliki keterampilan, maka mereka bisa meningkatkan taraf hidup sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” katanya.
Edy juga menekankan bahwa pembangunan Kalteng tidak hanya diukur dari keberhasilan infrastruktur, tetapi juga dari kemajuan manusia yang ada di dalamnya.
Oleh karena itu, program Betang Cerdas disinergikan dengan program prioritas lain seperti Huma Betang, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat.
Menurutnya, keseimbangan antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas SDM adalah kunci agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan DPRD Kalteng, khususnya masukan Fraksi Partai Demokrat, yang dinilainya sangat penting untuk menyempurnakan kebijakan daerah.
“Kolaborasi dengan DPRD membuat kita lebih optimistis bahwa target pembangunan bisa tercapai, khususnya dalam menyiapkan generasi Kalteng yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing,” pungkas Edy.
(Sya'ban)












