SAMPIT – Warga di sekitar Jalan Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), semakin resah akibat bau menyengat yang berasal dari depo sampah di kawasan tersebut. Bau busuk yang kian parah membuat lokasi yang biasanya ramai kini berubah sepi.
Biasanya, area itu menjadi tempat favorit para pedagang sayur, buah, ikan, hingga kuliner malam seperti terang bulan dan martabak. Namun kini, banyak pedagang memilih tutup lebih cepat karena pembeli enggan singgah.
“Sepi sekarang orang jualan karena bau sampah yang menyegat jadi pembeli malas berhenti,” kata Hadi salah seorang warga setempat.
Hadi dan warga lainnya mendesak agar pemerintah segera memindahkan atau mengalihkan fungsi depo sampah tersebut. Mereka khawatir kondisi ini akan terus mengganggu kenyamanan warga dan merugikan pedagang kecil.
“Harus segera dipindah itu tempatnya atau dialihfungsikan biar tidak mengganggu penciuman,” katanya.
Kondisi ini semakin memprihatinkan karena lokasi depo berada berdampingan dengan SMPN 3 Sampit. Orang tua murid mengeluhkan dampak kesehatan yang mungkin timbul akibat bau busuk tersebut.
“Anak saya sama teman-temannya sering mengeluh karena bau sampah. Selain mengganggu penciuman bau tersebut juga dapat menyebabkan penyakit,” ungkap Wanita yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Pihak SMPN 3 Sampit pun sudah mengirimkan surat resmi kepada Bupati Kotim, meminta depo sampah dialihfungsikan menjadi sarana pendidikan atau olahraga. Mereka menilai keberadaan depo menimbulkan peningkatan populasi lalat, mengganggu program makanan bergizi gratis, serta membahayakan kesehatan siswa.
(Utomo)












