PALANGKA RAYA – Banjir kembali menghantam Kalimantan Tengah (Kalteng). Empat kabupaten, yakni Barito Utara, Lamandau, Kotawaringin Timur, dan Murung Raya, dilaporkan terdampak dengan total 67 desa dan kelurahan terendam air.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng mencatat, hingga 13 September 2025, bencana tersebut sudah memengaruhi 388 kepala keluarga atau sebanyak 1.262 jiwa.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalteng, Alpius Patanan, menjelaskan Lamandau menjadi wilayah pertama yang dilanda banjir pada 10 September lalu.
“Di Lamandau ada dua kecamatan dan empat desa yang tergenang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu siang, 14 September 2025.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kalteng merinci, tinggi muka air di Lamandau mencapai 90 sentimeter, tertinggi dibanding tiga kabupaten lainnya.
Di Kotawaringin Timur ketinggian air 40 sentimeter, sedangkan Barito Utara hanya 10 sentimeter, dan Murung Raya 10-15 sentimeter.
Meski ketinggian air di Lamandau lebih tinggi, cakupan wilayah terdampak paling luas justru terjadi di Murung Raya, dengan banjir melanda tujuh kecamatan dan 51 desa/kelurahan.
“Di Murung Raya, ada 443 jiwa dan 162 rumah yang terdampak,” kata Alpius.
Bencana ini merupakan kejadian banjir kedua yang melanda Kalteng sepanjang 2025.
Sebelumnya, pada 20 Agustus, banjir juga melanda tiga kabupaten, yakni Murung Raya, Kapuas, dan Gunung Mas, yang merendam 20 desa di 11 kecamatan dengan korban 75 KK atau 196 jiwa.
Kini, setelah sempat reda, banjir kembali terjadi dan meluas. BPB-PK Kalteng menyebutkan proses pendataan dampak di Barito Utara dan Kotawaringin Timur masih berlangsung.
(Sya'ban)












