PALANGKA RAYA – Warga Kecamatan Mendawai, Kabupaten Katingan, menyampaikan beragam aspirasi dalam reses perorangan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) yang berlangsung pada 6-13 Juli 2025.
Aspirasi itu disampaikan Juru Bicara Reses Dapil I (Kota Palangka Raya, Katingan, Gunung Mas), Agie, dalam rapat paripurna ke-24 masa persidangan III DPRD Kalteng, Jumat, 12 September 2025.
“Permintaan peningkatan pelayanan administrasi kependudukan, karena jarak antar desa dan ke pusat kecamatan cukup jauh dan transportasi sulit terutama saat musim hujan atau air pasang,” ujar Agie.
Selain layanan administrasi, warga juga mengusulkan pembentukan Unit Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (UPT), pelatihan aparatur desa dalam pengelolaan keuangan, hingga fasilitasi penyelesaian sengketa batas antar desa dan klaim kawasan hutan. Mereka juga meminta penambahan honorarium bagi kelembagaan desa seperti BPD, RT, dan lembaga adat.
Di bidang perekonomian, warga Mendawai menyoroti kebutuhan bantuan alat tangkap dan perahu bagi nelayan kecil, penguatan koperasi dan BUMDes, serta akses pasar untuk hasil pertanian dan perikanan. Usulan lain meliputi pelatihan pertanian organik, rehabilitasi lahan pasang surut, serta perlindungan kawasan tangkap nelayan tradisional dari kapal luar daerah.
Pada sektor kesejahteraan, aspirasi mengalir terkait penguatan layanan kesehatan primer, penyediaan tenaga medis yang tinggal di desa, pembangunan asrama bagi siswa, serta rumah ibadah yang layak. Program pemberdayaan keluarga pesisir, kegiatan kepemudaan, dan sarana olahraga juga masuk dalam daftar usulan.
Adapun di bidang infrastruktur, warga meminta pembangunan jalan antar desa, jembatan atau dermaga kecil, sistem air bersih dan sanitasi, serta penyediaan listrik dan tower telekomunikasi di desa yang masih blank spot.
Dari Desa Mendawai sendiri, aspirasi terfokus pada penguatan lembaga kemasyarakatan, peningkatan kapasitas perangkat desa, usulan cetak sawah di Kampung Melayu dan Teluk Sabulu, hingga bantuan sarana produksi pertanian, perikanan, dan peternakan. Warga juga mendorong rehabilitasi rumah ibadah, program pemberdayaan ekonomi keluarga, serta pembangunan jembatan kecil dan pemerataan akses internet.
(Syauqi)












