PALANGKA RAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah tengah menggalang dukungan pihak swasta untuk memperkuat pembinaan atlet di daerah. Salah satu mitra strategis yang disasar adalah Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).
Ketua Umum KONI Kalteng, Rahmat Hidayat, menegaskan pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan KONI.
“Kita harus libatkan pihak swasta, salah satunya GAPKI, perusahaan perkebunan dan pertambangan memiliki potensi besar untuk mendukung pembinaan, misalnya dengan menggelar kompetisi internal yang bisa menjadi ajang pencarian bibit atlet,” ucapnya, Kamis 18 September 2025.
Banyak karyawan perkebunan sawit memiliki kekuatan fisik yang mumpuni. Sering lihat karyawan sawit mengangkat sawit puluhan kilo hanya dengan alat bantu. Jika dibina serius, mereka punya dasar kuat untuk jadi atlet angkat besi.
“Langkah awal kerja sama akan dimulai dengan undangan resmi kepada GAPKI untuk menggelar rapat diskusi, pertemuan itu bukan sekadar membicarakan program Corporate Social Responsibility (CSR), melainkan menyatukan visi jangka panjang demi kemajuan olahraga Kalteng,” tambahnya.
Pengurus inti KONI Kalteng, H. Heriansyah, menambahkan bahwa data perusahaan sawit yang akan diundang sudah tersedia.
“Kami tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengirimkan undangan. Intinya, kami ingin menyamakan persepsi bahwa prestasi olahraga Kalteng merupakan tanggung jawab bersama,” lanjutnya.
Upaya menggandeng swasta bukan kali pertama dilakukan KONI Kalteng. Sebelumnya, organisasi ijuga menjalin komunikasi dengan perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Hal ini dilakukan untuk menguatkan dukungan pembinaan atlet di berbagai cabang olahraga,” ungkapnya. (yud)












