Guru Swasta di Kalteng Keluhkan Tak Bisa Ikut Seleksi PPPK, DPRD Janji Fasilitasi ke Pemerintah

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto saat diwawancarai usai beraudiensi dengan perwakilan GTT sekolah swasta.

– Komisi III DPRD (Kalteng) menerima audiensi perwakilan guru tidak tetap (GTT) sekolah swasta pada Selasa, 23 September 2025. Para guru mengeluhkan kebijakan yang melarang mereka ikut seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Sugiyarto, menyebut GTT swasta sebenarnya sudah terdaftar dalam data base Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk PPPK. Namun, aturan dari kementerian justru melarang mereka mengikuti seleksi.

“Jadi intinya kenapa masuk data base kok tidak diikutkan. Harapannya mereka minta kita memperjuangkan supaya bisa diikutkan dan diusulkan ke OPD terkait, dalam hal ini BKAD kemudian Dinas Pendidikan Kalteng untuk difasilitasi,” kata Sugiyarto.

Dalam pertemuan itu, para guru menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, mereka menyoroti kesenjangan sosial akibat larangan guru swasta ikut seleksi PPPK sejak 2024.

Kedua, meminta kesempatan yang sama dengan guru honorer negeri, atau pengangkatan langsung berdasarkan lama pengabdian. Ketiga, meminta kuota khusus bagi guru swasta bersertifikat pendidik yang sudah puluhan tahun mengajar.

Guru swasta juga menolak rencana distribusi guru PPPK negeri ke sekolah swasta. Mereka khawatir hal ini menimbulkan masalah baru dan mengancam keberadaan guru swasta yang sudah lama mengajar.

“Kemudian dia (guru swasta) khawatir dengan lulusnya PPPK ini akan didistribusikan ke sekolah swasta sehingga keberadaan mereka akan terganggu,” ujar Sugiyarto.

Namun, Sugiyarto mengaku sudah mengonfirmasi ke Dinas Pendidikan Kalteng. Menurutnya, distribusi guru PPPK yang sudah lulus tidak akan dilakukan ke sekolah swasta.

“Distribusi itu tidak ada. Mungkin hanya diperbantukan, misalnya di sekolah swasta tidak ada guru kimia, maka diminta bantuan untuk mengajar di sana sesuai jam pelajaran yang dibutuhkan,” kata dia.

(Syauqi)

baca juga ...  Mengabdi Puluhan Tahun, Guru Swasta Harap Gubernur Kalteng Beri Kuota Khusus P3K
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!