PALANGKA RAYA – Warga Lahei I, Kabupaten Barito Utara, menyampaikan berbagai keluhan dalam reses perorangan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Daerah Pemilihan (Dapil) IV
Juru Bicara Reses, Kasri Yani mengatakan, di Rumah Quran Al-Ikhlas Utara, hasil temuan Kelurahan Lahei I, masyarakat menyoroti produktivitas pertanian yang menurun.
“Produktivitas pertanian masyarakat semakin hari semakin menurun, diharapkan ada bantuan pupuk dari pemerintah,” kata Kasri Yani dalam rapat paripurna DPRD belum lama ini.
Selain itu, warga juga menyoroti masalah honor guru di Mushollah Al-Ikhlas. Mereka mengeluhkan ketidaktersediaan honor bagi guru yang mengajarkan Alqur'an, padahal mereka telah berusaha mengajarkan anak-anak agar menguasai pembacaan Al Qur'an.
Keluhan lain yang disampaikan meliputi keterbatasan lowongan pekerjaan. Banyak perusahaan yang beroperasi di lingkungan desa, namun masyarakat lokal kurang mendapat prioritas. Listrik yang tidak stabil juga menjadi masalah. Voltase listrik sering naik turun sehingga alat-alat listrik cepat rusak, dan warga berharap adanya pembangunan trafo di Lahei I.
Kasri Yani juga menyinggung fasilitas kesehatan dan posyandu. “Permohonan renovasi gedung lama laboratorium PUSKESMAS dan Penyediaan posko Posyandu,” ujarnya. Selain itu, warga mengusulkan peningkatan insentif untuk guru, kaum masjid, dan martir adat.
Di Rumah Ketua RT 025 Kelurahan Melayu, Kabupaten Barito Utara, hasil temuan menunjukkan beberapa persoalan lain. Keberadaan perusahaan yang berinvestasi di Barito Utara belum banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat lokal, “terbukti banyak penganguran disekitar lingkungan perusahaan karena perusahaan tidak memberikan prioritas kesempatan kerja untuk masyarakat lokal.”
Bencana kebakaran juga menjadi perhatian warga. Mereka meminta alat pemadam portable yang bisa menjangkau lokasi sulit. “Diperlukan perhatian pemerintah terhadap kendaraan angkutan muatannya melebihi tonase yang sering berakibat jalan rusak,” kata Kasri Yani.
Selain itu, pembersihan parit secara berkala juga diperlukan karena banyak pohon tumbuh di dalam parit yang berisiko menimbulkan banjir. Warga juga berharap pembangunan tempat wisata di Barito Utara, sebagai sarana hiburan sekaligus peningkatan UMKM lokal.
(Syauqi)












