SAMPIT – Inovasi Sistem Informasi Pengadaan Barang/Jasa Berbasis Jejaring (Si Pebeje) yang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menjadi salah satu terobosan penting dalam tata kelola pengadaan barang/jasa. Sejak diperkenalkan pada 2023 dan mulai digunakan tahun 2024, aplikasi ini terus dikembangkan hingga 2025.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kotim, Yephy Hartadi Ferianto, mengatakan bahwa Si Pebeje sudah membawa dampak besar terhadap sistem pengadaan di daerah. Dengan sistem berbasis digital, proses PBJ di Kotim lebih efisien, transparan, dan akuntabel dibanding sebelumnya.
Inovasi tersebut juga diminati daerah lain. Hingga kini, sudah ada empat daerah yang menyatakan minat untuk mereplikasi, yaitu Kota Ambon, Kabupaten Poso, Kabupaten Wakatobi, dan Kabupaten Bintan.
Hal ini menunjukkan bahwa Si Pebeje tidak hanya bermanfaat secara lokal, tetapi juga potensial menjadi model nasional.
“Keberadaan Si Pebeje telah meningkatkan capaian kinerja UKPBJ Kotim. Tahun ini, kami berhasil meraih predikat Paripurna tingkat kematangan (Level 9) serta memperoleh predikat UKPBJ Proaktif (Bintang 3). Hal ini tentu berkat dukungan semua pihak,” jelasnya, Rabu 24 September 2025.
Tidak hanya meningkatkan kualitas tata kelola, aplikasi ini juga berkontribusi terhadap capaian Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) yang diproyeksikan bisa mencapai skor 90, jauh di atas target nasional yang hanya 75.
Capaian ini membuka peluang bagi Kotim untuk meraih predikat bergengsi Pusat Keunggulan PBJ (PKPBJ) yang akan dilombakan tahun depan oleh LKPP.
Menurut Yephy, kehadiran Si Pebeje sekaligus membuktikan bahwa Kotim memiliki inovasi yang bahkan belum diterapkan secara penuh di tingkat pusat. Dengan aplikasi ini, desa maupun OPD bisa lebih mudah dalam melaksanakan pengadaan barang/jasa sesuai regulasi.
Yephy berharap keberadaan aplikasi ini mendapat dukungan semua pihak agar terus dikembangkan. “Dengan dukungan pimpinan daerah, OPD, dan masyarakat, Si Pebeje dapat menjadi role model pengadaan barang/jasa yang membanggakan Kotim,” pungkasnya.
Wakil Bupati Kotim Irawati memberikan apresiasi tinggi kepada UKPBJ Kotim yang terus berinovasi. Menurutnya, kehadiran Si Pebeje dapat menjadi terobosan kinerja dan mendukung Kotim menuju Center of Excellence dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah.
“Kehadiran Si Pebeje adalah bagian dari langkah terobosan yang sejalan dengan upaya pemerintah daerah menuju Center of Excellence atau pusat keunggulan dalam tata kelola pemerintahan,“ kata Irawati. (nardi)












