SAMPIT – Ramainya desakan kerjasama operasi (KSO) lahan sawit sitaan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) di Kabupaten Kotawaringin Timur agar diserahkan kepada koperasi menuai penolakan, salah satunya dari tokoh muda yang juga merupakan Ketua Aliansi Pemuda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Anton Al Sudani.
Anton mengaku sangat tidak sepakat jika KSO diserahkan kepada koperasi, atau kepada masyarakat yang tidak profesional.
Ia menyebutkan Agrinas Palma Nusantara yang saat ini menunjuk KSO tentunya selalu berhati-hati. Begitu juga harapannya kepada koperasi, agar bisa dipertimbangkan kembali.
Karena kata dia selama ini koperasi plasma di Kabupaten Kotim bisa dikatakan gagal dalam mengelola plasma.
“Masa koperasi yang tidak beres dapat KSO, negara akan rugi nantinya, kita lihat dan buka data plasma sudah sekian puluh ribu hektare sudah jalan ada tidak masyarakat kita menikmatinya, hanya sebagian kecil saja yang mereka terima, ke mana uang plasma yang katanya setiap kali cair bisa capai miliaran rupiah itu,” tegas Anton.
Mantan Mantir Adat Desa ini juga menyebut, sejumlah koperasi yang lahannya ikut disita tersebut saat ini resah karena tidak ada lagi yang bisa mereka harapkan, namun sangat disayangkan mereka kerap menjual atas nama masyarakat, padahal dari plasma yang ada selama ini hanya sebagian kecil yang sampai kepada masyarakat.
Anton juga menyebut sudah saatnya Koperasi Plasma di Kotim di evaluasi dan diverifikasi, jika memang tidak mampu agar jangan dibiarkan terus menerus berlanjut, karena masyarakat akan menjadi korbannya.
“Saya yakin Agrinas pasti tahu bagaimana kelakuan koperasi-koperasi plasma di Kotim ini. Maka dari itu yang tidak beres jangan dibiarkan mereka yang kelola KSO, memperkaya oknum pengurusnya saja, lihat saja beberapa waktu lalu saat pengurus koperasi datang ke DPRD, tidak ada mobil murah yang mereka pakai, semua mobil mewah,” tukasnya.
Anton juga menegaskan agar koperasi plasma yang tidak beres segera diaudit atau diverifikasi. Jika banyak yang tidak beres dirinya meminta agar bisa diusut oleh penegak hukum.
Di sisi lain juga ia mengajak agar lahan yang sudah di sita dipercayakan sepenuhnya kepada Agrinas. Karena dirinya yakin di dalam struktur Agrinas sendiri diisi orang yang profesional.
“Tidak mungkin mereka menunjuk orang yang sembarangan, ini belum apa-apaan sudah protes kita. Kita lihat saja dulu kerja KSO yang ada, kita awasi sama-sama, kalau memang tidak beres tidak usah kita teriak, yakin saja saya Agrinas akan mengevaluasinya,” tandasnya.(BS-1)
ISTIMEWA/BERITA SAMPIT- Tokoh muda di Kabupaten Kotawaringin Timur Anton Al Sudani












