SAMPIT – Kekecewaan kembali menyelimuti masyarakat Desa Bapinang Hilir Laut (BHL), Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Setelah aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, warga berharap ada titik terang melalui musyawarah bersama pemerintah desa. Namun harapan itu kembali pupus lantaran janji musyawarah yang dijadwalkan tak kunjung ditepati.
Musyawarah yang semula dijadwalkan pada Selasa 30 September 2025, terpaksa ditunda karena Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengaku memiliki agenda penting di Sampit. Pertemuan itu kemudian dijadwalkan ulang pada Rabu 1 Oktober 2025. Namun ironisnya, pada hari yang dinanti, Kepala Desa dan BPD kembali tak hadir.
“Awalnya dijadwalkam tanggal 30 kemarin tetapi karena ada kepentingan mendesak di Sampit katanya kami sepakat untuk di undur. Tetapi hari ini sama saja nihil hasilnya malah Kepala Desa dan BPD tidak ada,” kata Arif Siswanto, salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Kekecewaan warga semakin mendalam karena mereka menilai pemerintah desa tidak serius menyelesaikan polemik yang ada. Padahal, masyarakat sudah menunjukkan itikad baik dengan menunda aksi dan memilih jalur musyawarah.
Meski begitu, harapan masyarakat kini bergeser ke pihak Kecamatan Pulau Hanaut dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
“Untuk sementara ini sudah diajukan ke Kecamatan Pulau Hanaut bahkan sudah sampai ke DPMD, jadi kami masih menunggu beberapa hari jika tidak ada keputusan maka kami masyarakat akan demo lagi di kantor desa,” pungkasnya.
(Utomo)












