Legislator Kotim Sarankan Setiap Kegiatan Pemerintah Sajikan Jajanan Tradisional Khas Daerah

NARDI/BERITASAMPIT - Ketua Komisi III DPRD Kotim Dadang H Syamsu.

SAMPIT – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten (Kotim) Dadang H Syamsu menyampaikan salah satu pelestarian budaya yaitu setiap kegiatan , baik di lingkungan DPRD maupun perangkat daerah, turut menampilkan dan menyajikan jajanan tradisional khas daerah. 

Langkah ini dinilainya sebagai bagian penting dari pelestarian budaya dan penguatan ekonomi kreatif lokal.

“Setiap kudapan di OPD bahkan di DPRD sendiri seharusnya bisa mencerminkan identitas lokal. Banyak makanan, kue, dan minuman khas daerah kita yang bisa menunjukkan identitas orang Sampit, tapi belum dimaksimalkan,” kata Dadang, Kamis 9 Oktober 2025.

Menurutnya, DPRD Kotim sudah berupaya memperkuat nilai budaya daerah melalui Perda Budaya Daerah, namun penerapannya di lapangan belum optimal. 

Salah satu cara sederhana untuk menghidupkan kembali kebanggaan lokal adalah dengan mengangkat produk kuliner tradisional ke dalam kegiatan resmi pemerintah.

“Kalau rapat-rapat disuguhi jajanan khas seperti wadai, kue cucur, atau minuman khas daerah seperti kanas gantang bisa dimasukkan, itu sudah menjadi bentuk promosi yang efektif. Kita ini punya banyak kuliner khas yang bisa jadi identitas daerah,” ujar Ketua Fraksi PAN ini.

Dadang menegaskan, pelestarian kuliner tradisional tidak hanya soal menjaga cita rasa, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Pelaku UMKM lokal bisa ikut tumbuh jika produk mereka rutin digunakan dalam kegiatan .

“Kita harus mulai dari diri sendiri. Jangan bicara ekonomi kreatif kalau dalam rapat justru jajanan dari luar daerah yang disajikan. Mulai sekarang, mari cintai produk lokal dan jadikan itu bagian dari kebijakan kecil yang berdampak besar,” tegasnya. (nardi)

baca juga ...  Komisi IV DPRD Kotim Dukung Wacana Perampingan OPD untuk Efisiensi Anggaran
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!